๐๐ฟ๐ถ๐น๐ถ๐ฎ๐ปโข๐๐๐ก๐๐จ๐ก๐ – Program Green Campus yang dijalankan Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung mulai diarahkan lebih jauh dari sekadar penghijauan lingkungan kampus. Mahasiswa juga disiapkan agar mampu membawa pengetahuan dan teknologi yang dipelajari di bangku kuliah ke kebutuhan industri.
Hal itu mengemuka dalam kuliah umum bertajuk โDari Green Campus ke Green Industry: Menyiapkan Talenta Inovatif dan Berkelanjutanโ di Gedung Serbaguna USB YPKP Bandung, Selasa (29/9/2026).
Direktur Utama PTPN I Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng. yang menjadi pembicara utama mengatakan, kebutuhan industri hijau saat ini tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis.
Industri juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknologi informasi, akuntansi, keuangan, manajemen hingga kemampuan komunikasi dan sosial.
Menurut Abdul Rivai, kebutuhan tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam persoalan yang dihadapi industri. PTPN I bahkan membuka peluang bagi mahasiswa USB YPKP untuk melakukan penelitian di lahan perusahaan, mengikuti program magang hingga mengembangkan penerapan teknologi di sektor perkebunan.
Salah satu yang dinilai memiliki peluang dikembangkan adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk mendukung kegiatan perkebunan.
โMahasiswa bisa melakukan penelitian secara gratis di lahan kami. Ada juga lahan-lahan yang belum produktif yang bisa dimanfaatkan. Kami terbuka untuk kolaborasi,โ kata Abdul Rivai.
Ia menjelaskan, transformasi menuju industri hijau juga berkaitan dengan tuntutan pasar internasional dan berkembangnya green financing. Karena itu, aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan industri.
Rektor USB YPKP Bandung Prof. Diana Sari mengatakan, upaya mengenalkan prinsip ramah lingkungan kepada mahasiswa telah dilakukan melalui berbagai program Green Campus.
Lebih dari 1.000 pohon telah ditanam dan kampus merencanakan penanaman sekitar 1.000 pohon berikutnya di kawasan Bandung Utara yang terdampak deforestasi.
USB YPKP juga menjalankan penghematan energi, air dan listrik serta mulai mengembangkan panel surya dalam skala terbatas yang dibuat oleh dosen internal kampus.
Di luar kampus, USB YPKP menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi di Jawa Barat yang terpilih mengikuti program KKN pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Diana berharap mahasiswa tidak berhenti memahami isu lingkungan sebagai teori. Program di kampus menurutnya perlu memberi pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan berhadapan langsung dengan kebutuhan industri.
Pertemuan antara kampus dan industri tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Bagi mahasiswa, perkebunan nantinya tidak hanya menjadi tempat mengenal dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menguji hasil pembelajaran, penelitian dan teknologi yang dikembangkan di kampus.**(Ken)





