PKKMB USB YPKP 2026, Rektor Diana Sari Dorong Green Campus dan Daya Saing Global

Sabtu, 19 Sep 2026 20:05 WIB
PKKMB USB YPKP 2026, Rektor Diana Sari Dorong Green Campus dan Daya Saing Global

Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung mulai menyiapkan arah baru bagi mahasiswa melalui pengembangan Green Campus, keterampilan abad ke-21, hingga lingkungan pendidikan yang semakin terbuka bagi mahasiswa internasional.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung, Sabtu, 19 September 2026.

Sebanyak 894 mahasiswa baru mengikuti PKKMB tahun ini. Di antara mereka terdapat tujuh mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di sejumlah program studi.

Bacaan Lainnya

Rektor USB YPKP Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., mengatakan mahasiswa saat ini membutuhkan kemampuan yang tidak hanya bertumpu pada akademik.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan menjaga integritas menjadi bagian penting dari keterampilan abad ke-21 yang perlu dimiliki mahasiswa.

“Sebagai mahasiswa USB YPKP, saudara diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kolaborasi, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap tindakan,” ujar Diana.

Green Campus Masuk Agenda Kampus

Pada awal kepemimpinannya sebagai rektor, Diana juga membawa perhatian pada pengembangan Green Campus.

Langkah yang mulai dijalankan antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan penggunaan tumbler, memilah sampah, serta menghemat energi dan air.

“Kita selalu gaungkan USB menuju Green Campus. Sekarang kita tidak memakai minuman kemasan, kita menjaga lingkungan, memilah sampah, dan mewajibkan mahasiswa untuk menggunakan tumbler,” katanya.

USB YPKP juga berencana mengikuti UI GreenMetric agar berbagai langkah menuju sustainable campus dapat diukur melalui indikator yang lebih jelas.

Mahasiswa dari Sejumlah Negara Ikut Kuliah di USB YPKP

Di sisi lain, lingkungan kampus USB YPKP mulai diwarnai kehadiran mahasiswa dari sejumlah negara.

Wakil Rektor III USB YPKP Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., mengatakan tujuh mahasiswa internasional bergabung pada tahun akademik 2026/2027.

Mereka antara lain berasal dari Somalia, Kenya, dan Sudan, serta menempuh pendidikan di sejumlah program studi, termasuk Magister Manajemen, Teknik Informatika, bidang ekonomi, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Komunikasi.

Ketua Yayasan YPKP Prof. Dr. H. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., mengatakan pengembangan jejaring internasional juga terus dijajaki.

“Tahun ini kita kedatangan mahasiswa dari Somalia. Sebetulnya kita juga ada potensi dengan Korea, namun karena kesiapan kita belum bisa menerima mahasiswa dari Korea terkait prodi dan kurikulumnya, masih sedang dijajaki,” ujarnya.

Ricky mengakui perguruan tinggi swasta di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan dalam penerimaan mahasiswa baru. Ia menyebut perubahan pola penerimaan perguruan tinggi negeri dan kondisi daya beli masyarakat sebagai beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Meski begitu, USB YPKP menyediakan sejumlah skema bantuan pendidikan, di antaranya KIP dan program Bakti Sangga Buana.

Alasan Mahasiswa Memilih Sangga Buana

Muhammad Okta Fadilah, mahasiswa baru Program Studi Teknik Mesin, mengaku memilih USB YPKP setelah sebelumnya belum berhasil masuk perguruan tinggi negeri.

“Setelah saya cari tahu lebih lanjut, ternyata Sangga Buana YPKP termasuk kampus yang sudah memiliki predikat unggul. Selain itu, sejarah pendidikannya juga sudah cukup bagus. Karena itu saya tertarik dan akhirnya memutuskan kuliah di sini,” katanya.

Ia juga tertarik dengan program yang membuka kesempatan mahasiswa belajar maupun memperoleh pengalaman di luar negeri.

Sementara itu, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum., yang menjadi salah satu narasumber PKKMB, memberikan pesan mengenai pentingnya kemandirian berpikir kepada mahasiswa baru.

Menurut Dharma, mahasiswa perlu mengenali jati diri dan tidak mudah membiarkan cara berpikirnya dikendalikan oleh lingkungan.

“Jangan biarkan pola pikir kita diperbudak, jangan biarkan pola pikir kita dijajah. Karena kemerdekaan manusia dimulai dari kedaulatan pikirannya,” ujarnya.

Dharma juga mengaku memiliki ketertarikan tersendiri terhadap nama Sangga Buana yang menurutnya mengandung makna tentang peran manusia sebagai penyangga kehidupan.

Melalui PKKMB 2026, USB YPKP berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal kehidupan akademik, tetapi juga mulai menyiapkan diri menghadapi perubahan teknologi, dunia kerja, dan lingkungan global.**(Ken)

Pos terkait