USB YPKP Dampingi Warga Padasuka Kembangkan Budidaya Maggot

Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB
USB YPKP Dampingi Warga Padasuka Kembangkan Budidaya Maggot

Brilian•KABUPATEN BANDUNG – Sampah organik rumah tangga yang biasanya berakhir di tempat pembuangan kini mulai dimanfaatkan warga Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, untuk budidaya maggot. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Universitas Sangga Buana (USB) YPKP melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Program yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026 itu melibatkan Kelompok Padasuka Sirkular Mandiri (PASIMA) di RT 06 RW 09, Kelurahan Padasuka. Warga diajak mengembangkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik yang memiliki potensi ekonomi.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) USB YPKP, Anita Syafariah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa budidaya maggot dapat membantu mengurangi sampah organik sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat.

Sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Hasilnya berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan maupun ternak, sementara sisa pengolahannya atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

Sebelum mendapat pendampingan, Kelompok PASIMA sebenarnya telah memiliki kegiatan pengelolaan sampah dan budidaya maggot. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sarana, pengendalian hama, hingga pengolahan hasil budidaya.

Melihat kondisi tersebut, tim USB YPKP memberikan pendampingan teknis kepada warga. Materinya meliputi penyiapan media organik, pengenalan siklus hidup lalat BSF, praktik penempatan bibit maggot, serta pemeliharaan sarana budidaya.

Salah satu kegiatan pelatihan digelar di lokasi budidaya maggot kawasan Sekolah Tinggi Bakti Asih, Jalan Padasuka Atas Nomor 233, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Padasuka Muchamad Fachla Hudaya Mimbar, S.IP., Kepala Bagian Penelitian LPPM USB YPKP Dr. Adi Permana Sidiq, serta Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat Deden Rizal, S.E., M.Si.

Turut hadir pengurus RT dan RW, kader PKK, Karang Taruna, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Bakti Asih.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan awal budidaya maggot.

Tim PKM USB YPKP juga menyerahkan sejumlah perlengkapan kepada Kelompok PASIMA, berupa kandang maggot, rak kayu penyimpanan baskom, baskom plastik, serta poster edukasi pemilahan dan pengolahan sampah organik.

Penyerahan sarana tersebut dituangkan dalam berita acara serah terima aset sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan kelompok.

Program yang mengusung semangat “Dari Organik Menjadi Ekonomik” ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Bahan organik yang selama ini dibuang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Berdasarkan laporan kegiatan, timbulan sampah di wilayah sasaran diperkirakan mencapai 25 hingga 50 kilogram setiap hari. Sebagian di antaranya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pendukung budidaya maggot.

Meski demikian, pengembangan budidaya maggot masih membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Ketersediaan sampah organik, kondisi kandang, pertumbuhan maggot, serta pencatatan hasil produksi perlu diperhatikan agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain pengelolaan teknis, kelompok juga perlu mengembangkan pemasaran agar hasil budidaya nantinya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Program pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa USB YPKP dari sejumlah program studi, yakni D3 Keuangan dan Perbankan, Manajemen, Teknik Sipil, D3 Teknik Informatika, serta Ilmu Komunikasi.

Bagi USB YPKP, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Melalui pendampingan ini, USB YPKP berharap Kelompok PASIMA mampu melanjutkan budidaya maggot secara mandiri. Selain membantu mengurangi sampah organik, kegiatan tersebut juga diharapkan berkembang menjadi usaha produktif yang dapat mendukung perekonomian masyarakat Padasuka.** (Ken)

Pos terkait