HMI Diminta Tetap Kritis, Farhan Beberkan Sejumlah PR Kota Bandung

Sabtu, 1 Agu 2026 21:47 WIB
HMI Diminta Tetap Kritis, Farhan Beberkan Sejumlah PR Kota Bandung

๐—•๐—ฟ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ปโ€ข๐—•๐—”๐—ก๐——๐—จ๐—ก๐—š – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta mahasiswa tetap berada pada posisi kritis terhadap pemerintah, termasuk dalam mengawal kebijakan dan arah pembangunan Kota Bandung.

Pesan itu disampaikan saat Farhan menghadiri pelantikan pengurus HMI, KOHATI, dan BPL HMI Cabang Bandung periode 2026โ€“2027 di Pendopo Kota Bandung, Jumat (31/7/2026).

Menurut Farhan, pemerintah membutuhkan mitra yang berani menguji kebijakan secara objektif. Mahasiswa dinilainya punya ruang besar untuk memainkan peran tersebut karena kritik yang lahir dari kajian dan kondisi nyata masyarakat dapat membantu memperbaiki kebijakan publik.

Bacaan Lainnya

โ€œHMI harus selalu menempatkan diri sebagai kelompok mahasiswa yang memiliki pandangan kritis terhadap pemerintah, baik di tingkat kota, provinsi maupun pusat. Pemerintah tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah harus selalu memiliki mitra yang kritis,โ€ kata Farhan.

Ia menilai setiap kebijakan memiliki keterbatasan dan titik lemah yang tidak selalu terlihat sejak awal. Karena itu, suara mahasiswa diperlukan untuk melihat apakah kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Farhan juga membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang masih dihadapi Kota Bandung. Meski perekonomian tumbuh dan PDRB per kapita mendekati 10.000 dolar AS, angka pengangguran masih berada di kisaran 7,2 persen.

Ketimpangan juga masih menjadi persoalan. Gini ratio Kota Bandung berada di angka 0,42, sementara pemerintah menargetkan penurunan hingga mendekati rata-rata nasional sekitar 0,36.

Persoalan lain datang dari sektor lingkungan. Berdasarkan data Laci RW yang telah diverifikasi bersama BPS, lebih dari seperempat rumah di Kota Bandung disebut belum memiliki sistem pengolahan limbah yang layak.

Di sisi pelayanan dasar, cakupan air bersih Perumda Tirta Wening baru sekitar 38 persen. Pemkot Bandung juga masih menghadapi kekurangan sekitar 1.700 guru SD dan SMP.

Masalah kepemilikan rumah turut menjadi perhatian karena jumlah warga yang memiliki rumah sendiri disebut masih di bawah 50 persen. Pemerintah mulai mengkaji sejumlah pilihan, termasuk pengembangan

hunian vertikal.

Farhan meminta mahasiswa tidak berhenti pada kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan yang lahir dari pengalaman langsung di tengah masyarakat.

โ€œDengarkan, rasakan, dan pahami persoalan mereka agar solusi yang ditawarkan benar-benar relevan,โ€ ujarnya.

Ketua Umum HMI Cabang Bandung periode 2026โ€“2027 Darlingga Prasetio mengatakan organisasinya ingin memperkuat peran sebagai ruang kajian dan pengembangan gagasan.

Menurut Darlingga, persoalan seperti sampah, banjir, penerangan jalan, hingga kriminalitas malam hari harus dikaji secara serius agar rekomendasi yang dihasilkan bisa berguna bagi pemerintah.

โ€œHMI hadir sebagai episentrum gerakan dan laboratorium ilmu sosial. Kami ingin menghadirkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan Kota Bandung,โ€ kata Darlingga.

HMI Cabang Bandung juga merencanakan Training Raya pada September 2026 sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan kapasitas anggota.**

Pos terkait