USB YPKP Buka Jalan Mahasiswa ke Panggung Global, 14 Orang Ikuti Program di Malaysia dan Rusia

Jumat, 4 Sep 2026 08:50 WIB
USB YPKP Buka Jalan Mahasiswa ke Panggung Global, 14 Orang Ikuti Program di Malaysia dan Rusia

Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman akademik dan pergaulan internasional. Tahun ini, 14 mahasiswa terlibat dalam tiga program yang berlangsung di Malaysia dan Rusia.

Program tersebut dibahas Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki S.AP., M.AP., saat menjadi narasumber Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Dari 14 mahasiswa tersebut, sembilan mengikuti ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026 di Universiti Utara Malaysia (UUM), tiga mengikuti Student Exchange selama satu semester di Malaysia, sedangkan dua mahasiswi lolos mengikuti International Festival of Youth di Rusia.

Bacaan Lainnya

ASEMO 2026 mempertemukan mahasiswa dari delapan negara ASEAN, yakni Malaysia, Indonesia, Kamboja, Filipina, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Sembilan mahasiswa yang mewakili USB YPKP adalah Errvynno Marchiani, Fadiah Nurul Aidah, Sabila Fariha Anjainah, Rinjelia Pebriani, Erlangga Yuda Pratama, Anita Salvadina, Syukur Al Ghifari, Siti Arba Sopianti, dan M Sauzan Rizki A.

Selama dua minggu, mereka mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembekalan kepemimpinan, pemahaman lintas budaya, pengabdian masyarakat internasional hingga proyek kolaboratif bersama peserta dari negara lain. Dalam rangkaian program tersebut, mahasiswa USB YPKP juga berhasil meraih juara kedua.

Nurhaeni mengatakan, kerja sama USB YPKP dengan UUM membuat mahasiswa tidak dikenakan biaya untuk mengikuti program tersebut.

“Kita hanya menyampaikan ke mahasiswa untuk menanggung biaya pesawat. Programnya sendiri itu gratis karena USB sudah menjalin kerja sama dengan UUM,” ujarnya.

Kesempatan belajar di luar negeri juga diperoleh tiga mahasiswa melalui Student Exchange selama satu semester. Mereka adalah Siti Nur Aisyah dari S1 Administrasi Bisnis serta Andika Saputra dan Salman Hidayatullah dari S1 Manajemen.

Mata kuliah yang mereka tempuh selama mengikuti program akan direkognisi USB YPKP. Mahasiswa juga dibebaskan dari biaya pendidikan di kampus tujuan, sementara Yayasan dan lembaga membantu 50 persen biaya keberangkatan.

“Mereka tidak bayar biaya pendidikan di sana. Mereka hanya menyiapkan biaya pesawat dan keperluan visa. Bahkan, Yayasan dan lembaga turut membantu 50 persen dari biaya keberangkatan,” jelas Nurhaeni.

Sebelumnya, Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Didin, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, tiga program internasional yang dijalankan tahun ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda kepada mahasiswa.

Menurutnya, kesempatan berada di lingkungan akademik dan pergaulan internasional dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memberi nilai tambah bagi kampus.

“Mudah-mudahan kegiatan internasionalisasi dari kampus USB YPKP ini bisa memberikan banyak dampak, tidak hanya kepada kampus tetapi juga nantinya kepada masyarakat secara nasional. Diharapkan juga memberikan dampak dari sisi pengalaman dan wawasan mahasiswa,” ujar Didin.

Sementara itu, dua mahasiswi USB YPKP yang berhasil lolos mengikuti International Festival of Youth di Rusia adalah Sonya Edhie Peath Fourjune dari S1 Ilmu Komunikasi dan Maylani Putri Dewanti dari S1 Manajemen. Keduanya lolos setelah melalui proses seleksi.

Program internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah USB YPKP menuju peningkatan mutu institusi. Program Studi Akuntansi dan Manajemen di kampus tersebut telah meraih akreditasi Unggul.

“Tapi unggul bukan berarti kami berhenti. Justru dengan unggul ini, kami harus mengisi dengan program-program internasional, karena itulah yang dibutuhkan dalam akreditasi internasional,” kata Nurhaeni.

USB YPKP juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan melalui Busan Indonesia Center. Kampus tersebut merencanakan pengembangan kelas internasional dan asrama untuk membuka peluang bagi mahasiswa asing menempuh pendidikan di Bandung.

Usai podcast, Nurhaeni mewakili USB YPKP menandatangani Implementation Arrangement dengan Pokja PWI Kota Bandung yang diteken Ketua Pokja PWI Kota Bandung Zaenal Ihsan. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan peningkatan kerja sama akademik yang telah terjalin antara kedua pihak selama delapan tahun.**(Ken)

Pos terkait