Komunitas Reptil Bandung Ajak Warga Kenali Reptil Sebelum Takut atau Bertindak

Senin, 3 Agu 2026 09:05 WIB
Komunitas Reptil Bandung Ajak Warga Kenali Reptil Sebelum Takut atau Bertindak

Brilian•BANDUNG – Reptil kerap dianggap menakutkan dan berbahaya, padahal keberadaannya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.


Melalui berbagai kegiatan edukasi, Komunitas Reptil Bandung mengajak masyarakat mengenal reptil lebih dekat agar tidak salah mengambil tindakan ketika menemukannya di lingkungan sekitar.


Staf Humas Komunitas Reptil Bandung, Firman mengatakan, komunitas tersebut bergerak di bidang sosial dan edukasi. Salah satu yang terus disampaikan kepada masyarakat adalah pentingnya memahami peran reptil di alam.

Bacaan Lainnya


“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat, seperti tikus. Karena itu, masyarakat perlu memahami keberadaan dan peran reptil di lingkungan,” ujar Firman.


Komunitas Reptil Bandung rutin menggelar gathering serta memberikan edukasi ke sekolah dan berbagai komunitas. Dalam kegiatan itu, masyarakat diperkenalkan dengan beragam jenis reptil sekaligus cara berinteraksi secara aman.


Firman menuturkan, edukasi menjadi penting karena masih ada masyarakat yang belum memahami jenis reptil yang ditemui. Ia pernah mendapati seorang anak memegang ular tanpa mengetahui bahwa ular tersebut termasuk jenis berbisa.


“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui,” katanya.


Anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza mengatakan, salah satu anggapan yang masih sering ditemui adalah bahwa semua ular berbisa dan berbahaya.


“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujar Raisya.


Meski demikian, masyarakat tetap tidak dianjurkan sembarangan memegang atau menangkap ular yang belum dikenali jenisnya. Penanganan sebaiknya dilakukan oleh orang yang memahami karakter reptil.


Menurut Raisya, kemunculan reptil di kawasan permukiman juga dapat berkaitan dengan perubahan atau kerusakan habitat. Karena itu, reptil perlu dipahami sebagai bagian dari ekosistem yang memiliki fungsi tersendiri.


Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Komunitas Reptil Bandung membawa semangat “Kenal dan Peduli”, yakni mengajak masyarakat memahami reptil lebih dulu sebelum membentuk pandangan atau mengambil tindakan terhadap hewan tersebut.


Komunitas berharap jangkauan edukasi dapat semakin luas sehingga masyarakat lebih bijak, aman, dan memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem.** (Ken)

Pos terkait