Material Hijau Jadi Fokus Indonesia Green Building Festival 2026 di ITB

Kamis, 10 Sep 2026 18:16 WIB
Material Hijau Jadi Fokus Indonesia Green Building Festival 2026 di ITB

BANDUNG – Pemanfaatan material ramah lingkungan dalam pembangunan menjadi pembahasan utama pada Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Bandung Chapter yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai bagian dari rangkaian festival yang dilaksanakan SIG dan GBCI di lima kota di Indonesia.

Dengan tema “Integrasi Desain, Performa, dan Inovasi Material Hijau pada Bangunan Rendah Karbon”, forum ini menghadirkan praktisi konstruksi, arsitek, regulator, akademisi, dan pelaku industri.

Bacaan Lainnya

Pembahasan diarahkan pada tantangan pembangunan gedung dan infrastruktur di tengah meningkatnya kebutuhan kawasan perkotaan sekaligus tuntutan untuk menekan dampak lingkungan dan emisi karbon.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, pengurangan jejak karbon dalam sektor konstruksi tidak bisa hanya dilakukan pada satu tahapan.

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diterapkan sejak proses desain, pemilihan bahan, pekerjaan konstruksi hingga operasional bangunan.

“Bagi Solusi Bangun Indonesia, prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi tujuan perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan operasi untuk menghadirkan produk dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini dan masa depan,” ujar Rizki.

Solusi Bangun Indonesia telah menjalankan sejumlah langkah untuk menekan emisi dalam proses produksi, di antaranya penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, serta pemanfaatan energi terbarukan.

Selain proses produksi, perusahaan juga mengembangkan berbagai jenis material untuk memenuhi kebutuhan konstruksi dengan jejak karbon yang lebih rendah.

“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya,” katanya.

Chairperson Green Building Council Indonesia, Ir. Ignesjz Kemalawarta, M.B.A., mengatakan industri bahan bangunan memiliki posisi penting dalam penerapan konsep bangunan hijau.

Ia menilai desain dan performa bangunan perlu didukung dengan pemilihan material yang mampu membantu mengurangi emisi.

“Penggunaan material konstruksi seperti beton memiliki skala yang sangat besar dalam pembangunan. Karena itu, inovasi untuk menurunkan emisi karbon dari material bangunan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat terwujudnya pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Ignesjz.

Forum tersebut turut membahas penerapan konsep bangunan hijau dari berbagai sisi, mulai kebijakan, perencanaan dan desain hingga penggunaan bahan konstruksi.

Solusi Bangun Indonesia juga memiliki sejumlah produk untuk kebutuhan konstruksi dengan kondisi berbeda.

Salah satunya ThruCrete, beton berpori yang memungkinkan air masuk ke dalam tanah sehingga dapat membantu mengurangi genangan.

Selain itu terdapat SpeedCrete, beton cepat kering yang dapat digunakan untuk mempercepat pekerjaan perbaikan jalan.

Perusahaan juga mengembangkan semen tipe khusus serta solusi stabilisasi tanah untuk kebutuhan konstruksi tertentu.

Rizki mengatakan pengembangan material rendah karbon menjadi bagian dari upaya industri untuk ikut mengurangi emisi yang dihasilkan dari sektor pembangunan.

“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2050,” pungkasnya.**(Ken)

Pos terkait