Tinjau Lokasi Banjir Agam, Bambang Haryo Dorong Early Warning System dan Pemulihan Cepat

Selasa, 16 Des 2025 12:21 WIB
Tinjau Lokasi Banjir Agam, Bambang Haryo Dorong Early Warning System dan Pemulihan Cepat

Agam, Sumatera Barat — Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekaligus mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system) guna mencegah jatuhnya korban dalam bencana serupa di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bambang Haryo saat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Pos Pengungsian Kecamatan Payalemba, Nagari Salareh Aia, Minggu (14/12). Penyaluran bantuan ini dilakukan bersama DLU Holding sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat bencana.

Bantuan yang diberikan mencakup ribuan paket sembako, perlengkapan sekolah, perlengkapan rumah tangga seperti gas dan kompor, serta kebutuhan khusus ibu dan anak. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Bacaan Lainnya

“Selain bantuan logistik, yang tidak kalah penting adalah kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dari hasil peninjauan, kami melihat wilayah ini belum memiliki sistem peringatan dini yang memadai,” kata Bambang Haryo.

Ia menilai absennya early warning system menjadi salah satu faktor yang menyebabkan besarnya jumlah korban dalam peristiwa banjir tersebut. Berdasarkan data sementara, bencana banjir di Agam mengakibatkan lebih dari 55 korban meninggal dan hilang, serta 496 warga terpaksa mengungsi.

BHS meminta pemerintah daerah segera menyusun rencana evakuasi, menetapkan titik kumpul (meeting point) yang aman, serta melakukan simulasi kebencanaan secara rutin agar masyarakat lebih siap saat menghadapi bencana.

“Jika sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan simulasi dilakukan secara berkala, maka risiko korban jiwa bisa ditekan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga mengapresiasi kerja keras aparat gabungan TNI, Polri, dan Brimob yang terlibat aktif dalam operasional dapur umum dan penanganan pengungsi sejak hari pertama bencana.

Selain itu, ia mendorong pemerintah kabupaten dan provinsi untuk segera mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak, sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) secara bertahap.

Bambang Haryo menambahkan, bantuan kemanusiaan ke Sumatera Barat akan terus berdatangan. Sejumlah pelaku usaha, termasuk Gapasdap dan industri terkait, telah menyatakan kesiapan mengirimkan bantuan lanjutan guna mendukung pemulihan pascabencana.

“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar masyarakat bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkas Bambang Haryo.

Pos terkait