BHS Tinjau Penanganan TBC dan HIV di Krian, Soroti Pentingnya Edukasi dan Pengendalian Polusi

Sabtu, 13 Jun 2026 09:51 WIB
BHS Tinjau Penanganan TBC dan HIV di Krian, Soroti Pentingnya Edukasi dan Pengendalian Polusi
Anggota DPR-RI Bambang Haryo saat meninjau langsung Puskesmas Krian/Foto : Istimewa

Sidoarjo – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (12/6), untuk melihat langsung upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan HIV yang masih menjadi persoalan kesehatan di wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap tingginya angka kasus TBC dan HIV di Kabupaten Sidoarjo yang tercatat termasuk yang tertinggi di Jawa Timur maupun nasional. Dalam kesempatan itu, BHS berdialog dengan tenaga kesehatan dan memperoleh paparan mengenai jumlah penderita serta langkah-langkah penanganan yang selama ini dilakukan.

Menurut BHS, upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi yang lebih masif kepada masyarakat agar penyebaran kedua penyakit tersebut dapat ditekan.

Bacaan Lainnya

Ia memberikan apresiasi kepada tenaga medis dan pendamping kesehatan di Puskesmas Krian yang dinilai aktif melakukan pemeriksaan gratis di masyarakat serta mendampingi pasien selama menjalani pengobatan. Bahkan, petugas puskesmas disebut rutin mengingatkan pasien untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran sehingga proses pengobatan dapat berjalan optimal.

Kapoksi Gerindra Komisi VII DPR RI itu menjelaskan, meskipun jumlah penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Krian masih lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Gresik, dan Mojokerto, potensi penyebarannya tetap harus menjadi perhatian bersama.

Sementara untuk kasus HIV, Kecamatan Krian tercatat memiliki jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut. BHS menilai kondisi itu tidak terlepas dari masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pola penularan dan langkah pencegahan penyakit tersebut.

“Ini harus betul-betul disosialisasikan kepada publik agar dapat diminimalkan dan tidak menularkan kepada masyarakat di wilayah sekitarnya,” ujar BHS.

Selain faktor edukasi, BHS juga menyoroti tingginya tingkat pencemaran udara yang dinilai berpotensi memengaruhi peningkatan kasus TBC. Ia menyebut Kabupaten Sidoarjo memiliki sekitar 900 industri besar dan berada di jalur transportasi dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.

Karena itu, BHS mendorong pengawasan emisi industri agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, pengendalian pencemaran udara menjadi salah satu langkah penting dalam menekan risiko penyakit pernapasan di masyarakat.

Ia juga berencana menyampaikan usulan kepada Jasa Marga untuk membangun dinding peredam di sepanjang ruas tol. Selain berfungsi mengurangi kebisingan, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menekan dampak pencemaran udara dari kendaraan yang melintas.

“Ini yang kita harapkan bisa membantu menurunkan jumlah masyarakat yang terinfeksi TBC,” katanya.

Terkait HIV, BHS menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi mengenai cara penularan dan pengobatan. Ia mengingatkan bahwa HIV dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat apabila penderita menjalani terapi secara rutin dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan itu, BHS juga menyoroti keterbatasan anggaran untuk pemeriksaan sampel dahak atau air liur sebagai bagian dari deteksi TBC. Menurutnya, pemeriksaan secara luas diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi di lapangan.

Oleh sebab itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan dukungan anggaran yang memadai guna memperkuat upaya deteksi dini dan percepatan penanganan kasus TBC.

Menutup kunjungannya, BHS mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan polusi, memastikan rumah memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan matahari yang baik, serta menjaga daya tahan tubuh dengan asupan vitamin yang cukup. Ia juga berharap program vaksinasi BCG terus digencarkan sebagai salah satu upaya pencegahan TBC di Kabupaten Sidoarjo.

Pos terkait