Brilian°Surabaya – komisi D bidang kesejahteraan rakyat menggelar Penjaringan Aspirasi Masyarakat, masa Reses tahun sidang ketiga, masa persidangan ketiga tahun anggaran 2022, dilaksanakan secara tatap muka, bertempat di Jalan Simo jawar 5a no 4 Surabaya. Senin pagi (14/02/2022). pukul 09:00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung secara protokol kesehatan tersebut dihadiri oleh Bamusi (bapak Machlis) RT, RW, Tokoh masyarakat, para Kader, ibu – ibu PKK dan beberapa perwakilan warga.
Ketua komisi D Fraksi PDI Perjuangan Dyah Katarina S.Psi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan untuk menampung aspirasi dari konstituennya, dan Reses sendiri merupakan salah satu agenda anggota Dewan untuk menyerap aspirasi rakyat yang diwakilinya.
Tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.
Disela acara Reses, berbagai aspirasi warga mulai dari masalah tentang MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Status tanah, pavingisasi, tentang kebijakan Kader. Juga tentang kesehatan.
Masyarakat diminta bekerja sama dengan pemerintah dalam segala hal ,berhasil ataupun tidak itu mengacu pada pemikiran, jika ada masyarakat yang tidak punya KIS tapi berhak membutuhkan, itu bisa dilaporkan ke Bu Dyah Katarina untuk di bantu prosesnya di kecamatan atau kelurahan.
Salah satunya Aspirasi masyarakat adalah Kebijakan tentang kesejahteraan kaderisasi Simo ,tentang anggaran kader yang sangat kecil tidak sebanding dengan tugas dari kader kurang lebih 15 point
Diantaranya seperti, Perwakilan dari PKK, bu jarmi RT 001 juga meminta pengajuan paving dan speaker (diajukan proposal ,tujuan nya ke walikota surabaya).
Juga dari Team nurul Amin, ibu jerry ibu pelatih hadrah yang habis terkena musibah kebakaran, itu tidak ada empati dari pihak RT setempat.
“Mohon bantuan sound system dan mic semoga ada bantuan renovasi rumah ,kejadian terjadi sekitar 2 minggu kemarin (tidak dapat diajukan ke pemerintah kota surabaya, karena tidak terdaftar warga kota surabaya),” ujar bu Jerry.
Semua permintaan atau pengajuan diarahkan langsung untuk bikin proposal ditujukan ke pemerintah kota.
Setelah semua aspirasi atau keluhan warga, Bu dyah menjawab dan menjelaskan dengan bijak mengenai jalan yang belum di paving.
“Melalui Musrembang kan bisa disampaikan, kok masih ada jalan yang belum di paving, kok gak beri info, ini kok masih belum terakses, itu gimana aparat kampung nya kok sejauh ini belum ada yang mengusulkan kembali,” terang Dyah
Padahal tempatnya dekat dengan jalan raya, kok tidak ada pavingisasi, keluar sedikit juga sudah ada jalan tol.
“ketika ada ini memang dulu sebelumnya sudah pernah di ajukan, namun hingga saat ini belum terealisasikan, memang dua tahun ini kan pandemi, jadi program pemerintah kota surabaya sebagian ada yang belum direalisasi,” lanjut Dyah
lebih lanjut Mengenai usulan yang lainnya, banyak program pemerintah yang belum terakses,
“Mudah-mudahan dalam reses ini, aparat kampung maupun warga bisa pro aktif datang ke kelurahan dan bisa menyalurkan programnya,” paparnya
Jadi dengan adanya reses ini, bilamana sudah disampaikan ke kelurahan atau kecamatan, namun belum ada tindakan, itu bisa lapor ke saya, artinya apa, ini kampungnya kok gini, dan lain sebagainya…
“intinya saya hanya menjembatani dan nantinya akan saya sampaikan ke dinas terkait,” tegasnya
Harapannya, kita bisa menjembatani dan nyambung, karena warga di sekitar kelihatannya pasif, berbeda dengan warga di tempat lain.
“Artinya, warganya bisa saut sautan menanyakan ini itu dan lain sebagainya. Mudah-mudahan dengan adanya reses ini, apa yang dibutuhkan warga bisa terakses melalui program ini,” harapnya.





