Brilian°Surabaya – komisi D (bidang kesejahteraan rakyat) Dyah Katarina S.Psi, M.Si menggelar Penjaringan Aspirasi Masyarakat, masa Reses tahun sidang ketiga, masa persidangan ketiga tahun anggaran 2022, dilaksanakan secara tatap muka, Bertempat di Jl Jagir Sidosermo gang 7 no 104 Surabaya, termasuk tempat yang tidak pernah dikunjungi reses Anggota DPRD kota Surabaya, Senin (14/02/2022). Acara dimulai pukul 16.00 WIB.
Kegiatan reses ini perlu dilakukan guna mendengarkan secara langsung aspirasi yang ada di masyarakat. Sehingga nantinya bisa diambil sebuah keputusan yang terbaik. Termasuk usulan pembangunan yang ada di daerah masing-masing.
Reses ini dilakukan Anggota DPRD di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing dan dihadiri dari elemen pemerintahan, kelompok masyarakat, kelompok pemuda, ibu -ibu PKK dan serta masyarakat umum lainnya.
Selanjutnya, hasil pelaksanaan reses DPRD Kota Surabaya Tahun 2022 ini akan ditindaklanjuti sebagai usulan pembangunan.
Seperti Aspirasi masyarakat yang usulkan Perwakilan warga ketua RT 03 pak Herry, membahas tentang surat ijo yang sudah sejak lama tidak ada tindak lanjut nya ,atau bagaimana solusinya yang dari pemkot surabaya ,”Selain itu saya harap bisa memberikan peralatan tenis meja untuk mensupport warga penggagas tenis meja adalah pak RW,” terang Herry
Mengenai data MBR yang bermasalah, silahkan dengan melakukan pendampingan ke dinas terkait.
Dyah menilai, Kalau di sini, warganya sangat berdaya, bukan membandingkan dengan yang lain ya, artinya apa, berbeda dengan kampung yang lain,
“Adanya surat status tanah yang tidak jelas, Jadinya mengambang gitu, dan program-program itu tidak bisa diberikan hanya karena status tanah,” jelasnya
Kalau disini warganya sangat aktif dan berdaya, PKK nya juga sangat antusias dan kelihatan giat, kalau disini ada dinamika artinya ada keluhan menyampaikan aspirasinya atau sambatan itu masih ada, berbeda dengan warga di tempat lain.
“Berbeda dengan yang disana, saat ditanyai bahkan pernah ditemui ibu jentik para kader, menset mereka menjawab, aku oleh opo…Sehingga itu perlu referensi pemerintah kota surabaya,” ujarnya.
Berbeda kalau disini, warganya tahu caranya mengakses bagaimana, dan selama warga itu komplain caranya tepat, sesuai dan ter arah itu yang saya lihat.
Artinya apa, jikalau ada program, kita bisa sampaikan ke pemerintahan kota Surabaya, karena teman-teman di pemkot itu lihat sing penting ada program dan ada pesertanya, karena apa, yang mau ikut ya itu itu aja. Kalau ada pelatihan, pesertanya ya itu itu aja, karena yang lainnya tidak mau,
Kenapa tidak mau, nah ini kan berarti dinas-dinas tidak bisa mendekati, karena dengan adanya ini kan bisa mengenal dan bisa tau, oh wargaku seperti ini dan lain sebagainya.
Harapannya dengan adanya reses di disini, bisa mendengarkan keluhan mereka, meskipun di luar yang selama ini saya gak tahu.
“Justru saya malah berani masuk ketempat yang tidak ada suara saya, Mudah mudahan dalam reses kali ini dapat memenuhi permintaan dan keinginan warga,” harap Dyah





