Kota Bandung Bangun Visi Zero Waste City di Hari Peduli Sampah Nasional 2024

Kamis, 22 Feb 2024 11:12 WIB
Kota Bandung Bangun Visi Zero Waste City di Hari Peduli Sampah Nasional 2024

Brilian•BANDUNG – Pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, yang jatuh pada Rabu, 21 Februari 2024, Pemerintah Kota Bandung merenungkan perjalanan mereka menuju menjadi kota nol sampah. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bandung sedang berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup tanpa sampah.

“Kami sedang mengubah paradigma menjadi budaya, di mana penanganan sampah di Kota Bandung dapat diselesaikan secara mandiri di tingkat kewilayahan,” kata Ema dalam acara HPSN 2024 di RW 08, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Rabu (21/2/2024).

Ema juga mengingatkan bahwa Kota Bandung telah dua kali diberi peringatan untuk memperbaiki sistem penanganan sampah. Pertama kali terjadi pada tahun 2005, saat terjadi tragedi di TPA Leuwigajah yang sangat merugikan Kota Bandung. Kemudian, saat krisis sampah hampir setengah tahun pada 2023 karena kebakaran di TPA Sarimukti. Menurut Ema, kedua peristiwa ini menjadi dorongan untuk Kota Bandung memperbaiki penanganan sampah.

Bacaan Lainnya

Sebagai Ketua Harian Satgas pada Masa Darurat Sampah, Ema menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah setelah masa darurat. Dia menyatakan bahwa Kota Bandung tidak bisa terus bergantung pada TPA Sarimukti dengan sistem pengangkutan dan pembuangan sampah konvensional.

“Pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 ini, saya yakin semua pihak akan merasakan semangat positif untuk bersama-sama menciptakan Bandung sebagai kota nol sampah. Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di Kota Bandung, kami yakin hal ini dapat dicapai secara bertahap,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi, menyebut HPSN 2024 sebagai awal baru pasca krisis sampah. Dudi menegaskan bahwa Kota Bandung berkomitmen untuk menerapkan pengolahan dan pengelolaan sampah tanpa mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir.

“Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, mari kita bersama-sama menjadikan Bandung sebagai kota yang bebas dari sampah,” tandasnya.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *