Brilian•BANDUNG – Badan Amil Zakat Nasional RI berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat menggelar Pelatihan Barista Z-Coffee bagi mahasiswa penerima manfaat di Bandung, Selasa, 21 April 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi yang diarahkan untuk memperkuat keterampilan, semangat usaha, dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja maupun wirausaha.
ㅤ
Sebanyak 26 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, serta Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya. Kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus ini menunjukkan sinergi dunia pendidikan dan lembaga filantropi dalam mencetak generasi muda yang lebih mandiri secara ekonomi.
ㅤ
Pelatihan Barista Z-Coffee tidak hanya menekankan kemampuan teknis meracik kopi, tetapi juga memberi pembekalan mengenai pelayanan pelanggan, pengembangan usaha, dan strategi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Melalui pelatihan itu, peserta diharapkan tidak hanya terampil sebagai barista, tetapi juga mampu melihat peluang usaha di sektor kopi dan industri kreatif yang terus berkembang.
ㅤ
Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, mengatakan tantangan usaha saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk dan tempat usaha yang menarik. Menurut dia, pelaku usaha juga harus mampu hadir di ruang digital agar lebih mudah dikenal masyarakat dan menjangkau calon konsumen secara lebih luas.
ㅤ
“Dalam dunia bisnis hari ini, tantangannya bukan hanya bagaimana menghadirkan racikan kopi yang nikmat atau tempat yang estetik. Lebih dari itu, usaha harus mampu hadir dalam genggaman masyarakat, hadir di ruang digital, dan benar-benar dikenal publik. Kemudahan akses informasi menjadi faktor penting agar konsumen tertarik datang dan merasakan racikan kopi dari tangan-tangan Barista Z-Coffee,” ujarnya.
ㅤ
Ia menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Barat dalam program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat model pendayagunaan zakat yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendekatan seperti ini dinilai penting agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang dapat menjadi modal usaha jangka panjang.
ㅤ
Salah satu peserta dari ITB, Gina, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menilai Pelatihan Barista Z-Coffee membuka wawasan baru, bukan hanya tentang teknik meracik kopi, tetapi juga mengenai cara membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital saat ini.
ㅤ
“Pelatihan Barista Z-Coffee ini sangat membuka wawasan kami, bukan hanya tentang teknik meracik kopi, tetapi juga tentang bagaimana membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital saat ini. Program ini memberi kami semangat untuk lebih mandiri dan berani memulai usaha,” ungkapnya.
ㅤ
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI bersama BAZNAS Jawa Barat berharap Pelatihan Barista Z-Coffee dapat menjadi model pemberdayaan mahasiswa mustahik yang berkelanjutan. Dari program tersebut diharapkan lahir generasi muda yang mandiri secara ekonomi, produktif, dan mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.**
ㅤ
Tag: BAZNAS RI, BAZNAS Jabar, Pelatihan Barista Z-Coffee, mahasiswa Jawa Barat, pemberdayaan ekonomi, kewirausahaan muda, barista muda, usaha kopi, zakat produktif, Bandung**
BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar Cetak Barista Muda, Mahasiswa Dibekali Skill dan Jiwa Usaha ㅤ





