MINA – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026 berjalan lebih baik setelah meninjau langsung berbagai fasilitas yang digunakan jamaah Indonesia di Mina. Peningkatan terlihat pada layanan akomodasi, kesehatan, konsumsi, serta kemudahan akses bagi jamaah lansia.
Saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Mina, BHS menilai lokasi maktab atau tenda jamaah haji reguler tahun ini relatif lebih dekat dengan area lontar jumrah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, tersedia layanan mobil golf (golf car) yang membantu jamaah lanjut usia, perempuan, maupun jamaah yang memiliki keterbatasan fisik untuk menuju lokasi ibadah.
“Penempatan maktab jamaah reguler yang terjauh pun masih relatif dekat dengan Jamarat. Bahkan tersedia layanan golf car bagi jamaah lansia dan ibu-ibu yang tidak mampu berjalan jauh. Ini menjadi nilai tambah dalam pelayanan haji tahun ini,” ujar BHS, Minggu (31/5).
Dari sisi akomodasi, BHS menyebut jamaah mendapatkan fasilitas yang nyaman selama berada di Mina. Tenda dilengkapi pendingin ruangan (AC), tempat tidur yang memadai, serta kapasitas yang sesuai dengan jumlah penghuni sehingga memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam beristirahat.
Tidak hanya itu, BHS juga melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas sanitasi yang tersedia. Menurutnya, jumlah toilet dan kamar mandi dinilai mencukupi untuk melayani ribuan jamaah yang menempati kawasan tersebut.
“Saya mengecek langsung fasilitas kamar mandi. Setiap bilik sudah dilengkapi shower dan jumlahnya cukup banyak. Dengan kapasitas yang tersedia, fasilitas tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 4.000 jamaah secara memadai, dari 120 bilik” katanya.
Pada sektor konsumsi, BHS mengaku puas terhadap kualitas dan ketepatan distribusi makanan yang diterima jamaah. Menu yang disajikan dinilai bergizi, bervariasi, dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
“Makanan disalurkan tepat waktu dan kualitasnya sangat baik. Jamaah mendapatkan menu daging, ayam, ikan, telur, sayuran, buah-buahan, susu hingga camilan. Ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap kebutuhan gizi jamaah,” ungkapnya.
BHS juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai semakin baik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada jamaah.
Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan turut berdampak pada penurunan angka jamaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jamaah wafat mencapai sekitar 160 pada hari ke-40 pelaksanaan haji, maka pada tahun ini tercatat sekitar 68 orang.
“Jumlah dokter dan obat-obatan cukup. Ini terbukti dari menurunnya angka jamaah yang wafat dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan pelayanan kesehatan berjalan lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, BHS menyoroti tingginya tingkat transparansi dalam penyelenggaraan layanan haji. Ia menemukan berbagai informasi pelayanan yang ditampilkan secara digital, mulai dari data petugas, informasi gizi, sertifikasi hingga proses penyajian makanan yang dapat diakses secara terbuka.
Saat meninjau dapur penyedia konsumsi jamaah, BHS juga mendapati sebagian tenaga juru masak berasal dari Indonesia sehingga cita rasa makanan lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Ia menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku makanan juga dalam kondisi aman dan mencukupi.
Atas berbagai temuan tersebut, BHS menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji Arab Saudi serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Saya mengapresiasi Kementerian Haji yang telah mengoordinasikan pelayanan dengan baik, baik dari sisi akomodasi, konsumsi, kesehatan, fasilitas ibadah maupun pelayanan pendukung lainnya bagi jamaah,” pungkasnya.





