Musyawarah Terkait Polemik Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Randuputih

Kamis, 24 Apr 2025 13:19 WIB
Musyawarah Terkait Polemik Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Randuputih

Probolinggo | Brilian-news.id,-Polemik masyarakat desa Randuputih terkait Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah desa dan Forkopimcam Dringu.

Warga desa Randuputih yang kerap memaksa turun demo untuk penutupan. Selasa 24 April 2025, pemerintah desa menghadirkan Forkopimcam untuk melakukan mediasi dengan kepala dingin.

Berbagai pemasukan yang telah di jelaskan oleh pemerintah, masyarakat terus meminta TPS 3R ditutup, hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan bersama dan masyarakat memiliki pemandangan yang segar, tidak ragu akan penyakit yang menghantui warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan dari Ibu Sama, salah satu warga yang ter dampak “truk pengangkut sampah sering kali yang datang 2 hingga 3 truk, tapi yang mengangkut sampah cuma satu truk, selain itu parkirnya di permukiman warga” terangnya dengan suaranya yang memiliki emosional.

Melalui sekretaris desa PJ kepala desa mengatakan “hail dari musyawarah tersebut, Alhamdulillah besok kita semua akan membuat kesepakatan bersama, kami sepakat untuk terus menjalankan bang sampah dengan sarat, tidak ada lagi sampah basah dan sampah yang sampai meluap di jalanan” jelas sekretaris desa.

Selain itu, salah satu warga juga menambahkan “mau tidak resah seperti gimana mas, lapangan yang menjadi tanah kas desa telah disewakan kepada pengusaha pengeringan ikan, ketika melakukan penjemuran ikan baunya sangat amis dan menyengat, sekarang ditambah lagi sampah yang menumpuk, hingga muncul lalat hijau memasuki rumah-rumah penduduk” imbuhnya.

Rabu 23 April 2025. Masyarakat bersama pemerintah desa berkumpul di rumah ketua RW untuk tanda tangan persetujuan hasil musyawarah, poin tersebut sebagai berikut.

1. Sebab melubernya sampah sampai ke jalan

2. Solusi/Pemecahan masalah sampah di antaranya:

a. Untuk membersihakan sisa sampah yang sudah ada

b. Pihak Desa menyediakan Kontainer Sampah di Lokasi TPST untuk pembuangan sampah selanjutnya yang pengangkutannya di lakukan paling lama 1 sampai 2 hari agar sampah tidak sampai meluber ke luar

c. Untuk pembuang sampah di Lokasi TPST hanya khusus warga Desa Randuputih dan dari luar Desa tidak di perbolehkan (di larang)

d. Selanjutnya ada penjaga tempat sampah yang standby di lokasi TPST yang bertugas mengontrol atau menghalau apabila ada pembuang sampah liar dari luar desa

e. Rencana tindak lanjut Pemerintah Desa sudah koordinasikan dengan Dinas terkait (DLH, Pemerintah Desa Kalisalam).dengan Kesimpulan bahwa Desa Kalisalam tidak lagi membuang sampah di Randuputih namun di Desa Kalisalam sendiri sambil nunggu container Box

Setelah diberikan penjelasan dan mediasi warga yang mengajukan protes, telah MENERIMA dan tidak akan mempermasalahkan lagi dengan catatan:

1.Sampah di TPST Desa Randuputih tidak lagi meluber ke tanah atau ke jalan.

3. Untuk pembuang sampah dari luar desa di sepakati Bersama oleh warga pada hari Minggu tanggal 27 april 2025 sudah tidak boleh membuang sampah lagi di TPST Desa Randuputih.

3.Apabila ada Pembuang dari luar desa yang memaksa atau kedapatan mebuang lokasi TPS maka akan dikenakan sanksi untuk di angkut Kembali atau denda uang Rp 500.000

4. Apabila ada pembuang dari luar yang tidak diketahui maka menjadi

Tanggungjawab bersama untuk mencari tahu darimana pembuang sampah

Tersebut untuk dilakukan klarifikasi dan atau terkait dendanya

4. Apabila suatu Ketika sampah meluber segera petugas melapor ke desa untuk di tindak lanjuti ke Dinas terkait untuk segera di bersihkan dalam waktu tiga hari

5. Setelah pengaduan tersebut di laporkan belum tetap di angkut dal;am tenggang waktu 5 hari efektif hari kerja maka warga akan menutup TPST tersebut

Dengan adanya pergerakan masyarakat tersebut, sebagian besar mereka menaruh harapan agar desa Randuputih Memiliki komitmen yang tinggi terhadap Kesehatan rakyatnya mulai sekarang Sampai dikemudian hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *