Gresik | Brilian News.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, bekerja sama dengan LSM yang berbasis di Surabaya, berencana memanfaatkan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di wilayah Gresik untuk mengembangkan Program Perpustakaan Ramah Anak (PERAN). Program ini direncanakan akan dilaksanakan di berbagai sekolah di Kabupaten Gresik dengan tujuan meningkatkan minat baca dan akses literasi bagi anak-anak, sebagaimana dinyatakan dalam surat yang diterbitkan pada 11 Januari 2024.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menjelaskan dalam surat bernomor 420/0141/437.53/2024 bahwa rekomendasi yang ditandatangani merupakan bentuk kerjasama dengan LSM. Dalam surat tersebut, juga dilampirkan daftar 33 sekolah dan beberapa perusahaan pengampu di Kabupaten Gresik.
“Untuk mengakses dan memanfaatkan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan digunakan untuk mengembangkan Program Perpustakaan Ramah Anak (PERAN) dari perusahaan yang berdomisili di wilayah Kabupaten Gresik,” bunyi surat tersebut.
Dalam upaya merealisasikan program tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik telah menjalin kerjasama dengan LSM. Namun, langkah ini menuai kritik dari Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), yang geram karena banyak LSM di wilayah Gresik yang dinilai mampu menjalankan program serupa.
“Kenapa harus ada kerjasama dengan LSM dari luar Gresik? Padahal banyak LSM di wilayah ini yang siap dan mampu berkontribusi,” ungkap Ketua FPSR, Kamis (12/7/24). Ia menambahkan bahwa potensi LSM lokal harus lebih diberdayakan untuk menjaga keberlanjutan dan relevansi program sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.





