SDN 001 Merdeka, Sekolah Tertua di Kota Bandung yang Masih Bertahan Sejak 1884

Rabu, 1 Jul 2026 16:28 WIB
SDN 001 Merdeka, Sekolah Tertua di Kota Bandung yang Masih Bertahan Sejak 1884

Brilian•BANDUNG – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan pusat Kota Bandung, masih berdiri sebuah sekolah yang menjadi saksi perjalanan dunia pendidikan selama lebih dari satu abad. SD Negeri 001 Merdeka yang berada di Jalan Merdeka tercatat sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung dan hingga kini tetap menjalankan fungsinya sebagai tempat belajar mengajar.

Bangunan yang dibangun pada 1884 itu masih mempertahankan sebagian besar bentuk arsitektur aslinya. Perawatan yang dilakukan selama ini hanya sebatas penggantian genting yang telah lapuk, pengecatan, dan pemeliharaan ringan tanpa mengubah struktur utama karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya.

Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin, menjelaskan berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, gedung tersebut pada masa Hindia Belanda digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Belanda pada pagi hari. Sementara pada sore hari dimanfaatkan oleh anak-anak pribumi dari kalangan priyayi.

Bacaan Lainnya

“Bangunan atau gedung yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi,” ujar Firman saat ditemui, Selasa (30/6/2026).

Keaslian bangunan masih tampak dari pintu, jendela, kusen, hingga rangka bangunan yang menggunakan kayu jati. Menurut Firman, kualitas material tersebut membuat bangunan tetap kokoh dan terhindar dari kerusakan akibat rayap meski telah berusia sekitar 142 tahun.

Bangunan utama memiliki lima ruang berukuran sekitar 64 meter persegi dengan langit-langit setinggi empat hingga lima meter. Desain tersebut membuat sirkulasi udara di dalam ruangan tetap nyaman tanpa bantuan pendingin udara modern.

Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan, sebagian ruang di bangunan lama kini dialihfungsikan menjadi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, dan ruang rapat. Hanya satu ruang yang masih digunakan sebagai ruang kelas di bangunan bersejarah tersebut.

Firman menuturkan, sebelum dilakukan penggabungan sekolah pada 2017, kompleks itu menjadi tempat enam sekolah dasar, yakni SDN Merdeka 001 hingga SDN Merdeka 006. Setelah kebijakan regrouping, seluruhnya dilebur menjadi SD Negeri 001 Merdeka yang kini berdiri di atas lahan sekitar 3.500 meter persegi dengan 36 ruang kelas.

Selain bangunannya, sekolah juga masih menyimpan sejumlah benda bersejarah, seperti papan tulis lipat yang dahulu digunakan dengan kapur serta lonceng sekolah peninggalan masa lalu. Benda-benda tersebut tetap dirawat sebagai bagian dari sejarah pendidikan Kota Bandung.

Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemeliharaan gedung heritage tersebut. Menurut Firman, bangunan bersejarah memerlukan dukungan anggaran khusus agar tetap lestari tanpa menghilangkan nilai sejarah maupun keaslian arsitekturnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berharap kebijakan penerimaan murid baru dapat memberikan fleksibilitas lebih luas. Mengingat lokasi sekolah berada di kawasan pusat kota dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, perlu adanya kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan sekolah sekaligus melestarikan warisan sejarah pendidikan di Kota Bandung.**(Ken)

Pos terkait