Kritik Layanan BMKG, Bamba Haryo Sebut Informasi Cuaca Jangan Cuma Buat Pesawat!

Selasa, 27 Okt 2026 10:23 WIB
Kritik Layanan BMKG, Bamba Haryo Sebut Informasi Cuaca Jangan Cuma Buat Pesawat!

SIDOARJO – Penyampaian informasi cuaca dan kebencanaan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diminta lebih berfokus pada edukasi dan mitigasi yang menenangkan. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai jauh lebih penting ketimbang narasi yang memicu kecemasan publik.

​Desakan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo pada Senin (26/10/2026). Ia menilai informasi potensi bencana yang kurang proporsional bisa merugikan sektor ekonomi dan wisata.

​”Mitigasi bencana perlu diperkuat tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan di masyarakat,” kata Bambang Haryo Soekartono.

Bacaan Lainnya

​Ia mengambil contoh negara Jepang yang langganan gempa bumi namun aktivitas masyarakatnya tetap berjalan normal. Kunci utamanya terletak pada tingginya pemahaman risiko dan kesadaran mitigasi warga setempat, bukan rasa takut yang dipelihara.

​Tidak hanya fokus pada mitigasi, BHS juga mendesak BMKG untuk melepaskan ketergantungan layanan yang hanya dominan di industri penerbangan. Sektor maritim, pertanian, hingga perdagangan lokal juga memerlukan pasokan data meteorologi secara berkala.

​“BMKG ini bukan hanya untuk kepentingan pesawat. Banyak pelaku industri, pariwisata, perdagangan, termasuk pertanian dan perikanan, yang sangat bergantung pada informasi cuaca,” ungkap pria yang akrab disapa BHS itu.

​Demi menjamin efektivitas kerja BMKG dalam melindungi keselamatan warga, BHS mengimbau pemerintah agar tidak melakukan pemangkasan anggaran. Fasilitas pendukung dan operasional dinilai memerlukan sokongan dana yang konsisten dari negara.

​Meretetas masukan tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menyatakan siap berbenah. BMKGJuanda saat ini terus memaksimalkan berbagai saluran digital demi menyebarkan data terkini.

​“Informasi kami sampaikan melalui hotline, laman resmi, dan media sosial. Informasi terbaru langsung kami publikasikan melalui kanal resmi agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” terang Taufiq.

​Taufiq menegaskan bahwa masukan dari legislator akan segera digodok oleh tim internalnya. Evaluasi ini dilakukan demi menjamin pelayanan informasi bencana dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat secara efektif.

Pos terkait