KBS Mau Tambah Atraksi Budaya, Bambang Haryo Minta Pemkot Surabaya Turun Tangan Soal Tiket

Selasa, 27 Okt 2026 10:09 WIB
KBS Mau Tambah Atraksi Budaya, Bambang Haryo Minta Pemkot Surabaya Turun Tangan Soal Tiket
Sumber foto: Dok. Istimewa

SURABAYA — Kebun Binatang Surabaya (KBS) berencana memperluas daya pikatnya dengan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya tradisional. Langkah inovatif ini disiapkan untuk menyasar pasar wisatawan mancanegara yang menggemari kebudayaan lokal.

​Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan dorongan tersebut sewaktu meninjau area KBS pada Senin. Ia menilai kolaborasi antara konsep konservasi dan hiburan budaya akan menciptakan pengalaman rekreasi yang lebih unik.

​“Di kebun binatang ini perlu adanya sentuhan-sentuhan budaya. Turis mancanegara suka budaya, sehingga atraksi seni tradisional bisa menjadi daya tarik tambahan,” kata Bambang Haryo di Surabaya.

Bacaan Lainnya

​Ia mengingatkan bahwa KBS memegang peran penting sebagai kawasan rekreasi yang ramah kantong bagi warga lokal. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya perlu menyiapkan opsi subsidi agar tarif masuk tetap ramah di kantong masyarakat luas.

​Guna menghidupkan suasana pada hari kerja, Bambang menyarankan pengelola menggandeng instansi pendidikan melalui program kunjungan sekolah. Ia juga menyoroti pembenahan sarana bermain, area bersantai, kuliner lokal, hingga konektivitas angkutan umum menuju museum-museum terdekat.

​Kerja sama antarinstitusi dalam bentuk pertukaran fauna—seperti program kolaborasi bersama lembaga di Jepang—turut dinilai efektif menyegarkan koleksi satwa KBS.

​Sinyal positif langsung diberikan oleh jajaran manajemen destinasi wisata ikonik tersebut. Direktur Keuangan dan SDM KBS, Muhammad Nahroni, menyatakan siap menyerap masukan tersebut untuk memajukan tata kelola destinasi.

​“Masukan-masukan tersebut akan kami implementasikan sesuai dengan skala prioritas. Kami ingin Kebun Binatang Surabaya terus berkembang, berinovasi, bersinergi dengan pihak eksternal, dan mampu menghadapi persaingan dengan lembaga konservasi maupun tempat wisata lainnya,” tegas Nahroni.

Pos terkait