SIDOARJO – Kualitas infrastruktur pendidikan di Sidoarjo menjadi perhatian serius jajaran parlemen. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), melangsungkan peninjauan langsung terhadap hasil program revitalisasi di SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo.
Fokus peninjauan tersebut tertuju pada kelayakan fasilitas pendukung seperti sarana sanitasi siswa. BHS mewanti-wanti pihak pelaksana proyek agar tidak mengabaikan mutu material bangunan, sehingga fasilitas publik tersebut tahan lama dan aman dipakai.
“Pembangunan sekolah harus memperhatikan kualitas barang dan materialnya. Kita ingin fasilitas yang dibangun pemerintah benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” kata BHS di Sidoarjo, Kamis (22/10/2026).
Di samping persoalan fisik, BHS mendesak institusi pendidikan untuk memprioritaskan manajemen risiko kebencanaan. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur penunjang seperti alarm peringatan dini, jalur evakuasi, dan area kumpul darurat wajib hadir di setiap area sekolah.
Guna mewujudkan hal itu, BHS berinisiatif mendonasikan serta memasang perangkat alarm early warning system secara pribadi di SMAN 1 Krembung. Langkah antisipatif ini sebelumnya juga telah ia terapkan di SMAN 1 Taman, Sidoarjo.
“Mitigasi bencana harus mulai disiapkan di sekolah-sekolah, mulai dari early warning system, perencanaan evakuasi, hingga penentuan titik kumpul. Ini penting untuk keselamatan siswa maupun guru,” imbuhnya.
Kunjungan lapangan ini turut mengungkap kerapuhan struktur lama SMAN 1 Krembung. Pihak sekolah tengah memperjuangkan alokasi anggaran Rp3 miliar untuk memperbaiki 21 ruang kelas yang atapnya rapuh karena belum pernah direnovasi sejak 1983.
Kepala SMAN 1 Krembung, Siwi Kuntarsih, menjelaskan bahwa sebagian material atap di area ruang guru dan ruang kepala sekolah bahkan sudah runtuh dengan sendirinya. Ia menyebut usulan rehabilitasi tahun 2026 sempat tertunda sehingga berharap bisa terealisasi pada 2027.
“Beberapa bagian atap, terutama di ruang guru dan depan ruang kepala sekolah, asbesnya sudah jatuh dengan sendirinya karena dimakan usia. Kami berharap pengajuan rehabilitasi pada 2027 bisa terealisasi,” tutur Siwi.





