Sidak Pasar Pacar Keling Surabaya, BHS Temukan Harga MinyaKita Melambung Tinggi dari HET

Selasa, 13 Okt 2026 08:32 WIB
Sidak Pasar Pacar Keling Surabaya, BHS Temukan Harga MinyaKita Melambung Tinggi dari HET
Sumber foto: Dok. Istimewa

SURABAYA — Temuan mengejutkan mewarnai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) di Pasar Pacar Keling, Surabaya, pada Senin (12/10/2026). Ia mendapati harga minyak goreng subsidi MinyaKita melambung tinggi hingga Rp21.000 per liter.

Kondisi tersebut melanggar ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Legislator asal Partai Gerindra ini lantas mendesak Satgas Pangan Kota Surabaya untuk menyisir alur distribusi dari level distributor agar harga eceran kembali normal.

“Satgas Pangan harus turun. Harga MinyaKita harus sesuai HET dan jumlahnya juga harus cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Bambang Haryo di sela-sela peninjauan.

Tak hanya minyak goreng, BHS menemukan lonjakan tajam pada komoditas cabai rawit yang menyentuh Rp70.000 per kilogram, berjarak jauh dari harga saat momen raya sebesar Rp40.000 per kilogram. Kenaikan juga dialami daging ayam potong dari Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, sedangkan harga beras dan telur masih tergolong aman.

Di samping memantau komoditas pangan, BHS menaruh perhatian pada fasilitas fisik pasar yang terlihat bocor dan kurang terawat. Sebagai bentuk kepedulian, ia memberikan bantuan 6 unit CCTV dan 3 unit APAR, serta memborong dagangan untuk dibagikan secara gratis kepada pembeli.

Langkah konkret ini menyulut respons positif dari jajaran pengelola pasar. Kepala PD Pasar Pacar Keling Surabaya, Rahmianto, menyampaikan rasa terimakasihnya atas sokongan sarana pengamanan tersebut.

“Kami berharap perbaikan fasilitas ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pasar, sekaligus mendorong kunjungan pembeli,” ungkapan Rahmianto.

Harapan serupa dilontarkan Eva, pedagang di Pasar Pacar Keling. Ia bersyukur ada wakil rakyat yang mau melihat langsung kondisi di lapangan dan berharap pasar tradisional dapat dibenahi secara berkelanjutan.

Pos terkait