Komisi III DPRD Kota Bandung Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Atasi Banjir Kota

Kamis, 15 Jan 2026 20:37 WIB
Komisi III DPRD Kota Bandung Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Atasi Banjir Kota

Brilian•BANDUNG – Komisi III DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dalam rangka evaluasi program tahun 2025 serta pembahasan rencana kerja tahun 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kota Bandung, Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Agus Hermawan, Wakil Ketua Komisi III Agus Andi Setyawan, Sekretaris Komisi III Sutaya, serta para anggota Komisi III DPRD Kota Bandung. Dari pihak eksekutif, jajaran DSDABM turut hadir untuk memaparkan capaian dan rencana pembangunan infrastruktur kota.

Dalam rapat tersebut, Komisi III menyoroti masih sering terjadinya banjir dan genangan air di sejumlah titik Kota Bandung. Ketua Komisi III Agus Hermawan menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan infrastruktur yang terintegrasi.

Menurut Agus Hermawan, pembangunan jalan, trotoar, dan sistem drainase merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Tanpa integrasi yang baik, perbaikan infrastruktur justru berpotensi menimbulkan masalah baru, termasuk kerusakan jalan yang cepat akibat genangan air.

Ia menilai, banyak kerusakan jalan terjadi karena sistem drainase tidak berfungsi optimal. Air hujan yang tidak tertampung dengan baik akhirnya menggenangi badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal. Oleh karena itu, pembenahan drainase harus menjadi prioritas sebelum melakukan perbaikan jalan.

Selain drainase, Komisi III juga menyoroti pentingnya keberadaan kolam retensi dan pengelolaan sumber daya air di tengah pesatnya pembangunan kawasan komersial dan perhotelan di Kota Bandung. Infrastruktur pengendali air dinilai krusial untuk menekan risiko banjir sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Wakil Ketua Komisi III Agus Andi Setyawan menekankan agar program DSDABM disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2029. Ia meminta setiap program memiliki target dan capaian yang terukur setiap tahunnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III Sutaya menyoroti lemahnya perencanaan pada sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pembangunan kolam retensi yang belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kajian teknis yang matang sejak awal.

Melalui rapat kerja ini, Komisi III DPRD Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar benar-benar berdampak dalam mengatasi banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan kota.

Pos terkait