Delegasi Malaysia dan Filipina Kunjungi DPRD Kota Bandung Bahas Politik Lokal dan Partisipasi Anak Muda

Rabu, 23 Apr 2025 18:55 WIB
Delegasi Malaysia dan Filipina Kunjungi DPRD Kota Bandung Bahas Politik Lokal dan Partisipasi Anak Muda

Brilian•BANDUNG – DPRD Kota Bandung menerima kunjungan rombongan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, dan Northwestern University (NWU) Filipina, Rabu, 23 April 2025.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., dan Anggota Komisi IV, Elton Agus Marjan. Hadir dari Unpad, Ketua Prodi Ilmu Politik, Dr. Ratna Solihah, S.IP., M.Si., serta Dr. Yusa Djuyandi, S.IP., M.Si. Delegasi dari UiTM Malaysia diwakili Prof. Dr. Abdul Rauf Ridzwan, Dr. H. Hilmi, dan Dr. Moh Hafifi Jamri. Sementara dari NWU Filipina hadir Prof. Karl Lenin dan Prof. Jeznel.

Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP Unpad, Ratna Solihah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program Student Mobility, sebagai kolaborasi tiga universitas untuk mengenalkan sistem pemerintahan lokal di Indonesia, khususnya DPRD Kota Bandung, kepada mahasiswa Malaysia dan Filipina.

Bacaan Lainnya

“Bagi tamu dari Malaysia dan Filipina, ini menjadi pengalaman unik karena sistem politik Indonesia berbeda dengan negara mereka,” ujar Ratna.

Dalam pertemuan tersebut, Asep Mulyadi memaparkan profil DPRD Kota Bandung serta peran legislatif dalam sistem pemerintahan daerah. Dalam sesi diskusi, Prof. Karl Lenin mengungkapkan ketertarikannya terhadap kuatnya peran DPRD kota di Indonesia, yang dinilai lebih dominan dibandingkan lembaga serupa di Filipina.

Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Rauf Ridzwan dari UiTM Malaysia meminta pandangan terkait upaya mendorong minat anak muda terhadap dunia politik, termasuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu.

Menanggapi hal itu, Asep Mulyadi menjelaskan bahwa sejak era reformasi, peran sipil melalui lembaga legislatif diperkuat. Ia menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini melalui sekolah, kampus, serta pemanfaatan media digital untuk membangun kesadaran politik anak muda.

“Kesadaran ini penting agar anak muda tidak dipolitisasi. Politik harus menjadi sarana memperjuangkan masa depan mereka, bukan sebaliknya,” jelas Asep.

Sementara Elton Agus Marjan menambahkan, kolaborasi menjadi kunci untuk menumbuhkan kesadaran politik di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa semua kebijakan daerah bermuara dari proses politik, sehingga penting bagi anak muda untuk memahami pentingnya berpartisipasi dalam Pemilu.

“Ketika ada keluhan soal lingkungan, pendidikan, atau fasilitas umum, semua itu hasil dari keputusan politik. Memberi suara berarti memilih wakil yang bisa memperjuangkan aspirasi mereka,” ujar Elton.

Kunjungan ini diharapkan mempererat hubungan akademik lintas negara serta memperkaya pemahaman tentang dinamika politik lokal di Indonesia.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *