Bambang Haryo Nilai Kampung Lali Gadget Jadi Benteng Budaya di Era Digital

Selasa, 12 Mei 2026 10:21 WIB
Bambang Haryo Nilai Kampung Lali Gadget Jadi Benteng Budaya di Era Digital

Sidoarjo — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai Kampung Lali Gadget di Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu benteng pelestarian budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan penggunaan gadget di kalangan generasi muda.

Saat mengunjungi kawasan edukasi tersebut, Bambang mengatakan konsep permainan tradisional yang diterapkan di Kampung Lali Gadget mampu menjadi sarana pembelajaran budaya bagi anak-anak.

“Kami harapkan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang di desa ini tetapi juga dimanfaatkan oleh desa-desa lainnya,” kata Bambang, Senin.

Bacaan Lainnya

Ia menilai pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda penting dilakukan untuk menjaga kesinambungan budaya lokal yang mulai ditinggalkan akibat perkembangan teknologi.

Dengan mengenal permainan tradisional, menurut Bambang, anak-anak dapat memahami nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan budaya yang pernah tumbuh di masyarakat Indonesia.

“Ada istilahnya budaya ini terus dilakukan secara terus-menerus,” ujarnya.

Selain mengapresiasi konsep edukasi yang diterapkan, Bambang juga mendorong adanya pengembangan fasilitas penunjang di kawasan tersebut. Ia menilai akses transportasi umum dan kelengkapan sarana permainan tradisional perlu diperhatikan agar pengunjung semakin mudah datang ke lokasi.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk membeli lahan Kampung Lali Gadget yang saat ini masih berstatus sewa.

“Bupati Sidoarjo Subandi beberapa bulan lalu menginginkan supaya tanah di lokasi ini dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Menurut Bambang, kepastian status lahan penting agar pengembangan kawasan edukasi budaya tersebut dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

Ia juga mengusulkan agar sekolah-sekolah di Sidoarjo menjadikan Kampung Lali Gadget sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran budaya bagi siswa.

“Saya mendorong anak didik datang ke lokasi ini minimal setahun sekali,” ujarnya.

Bambang menambahkan, kawasan tersebut juga memiliki potensi menjadi pusat kegiatan seni budaya masyarakat karena telah dilengkapi fasilitas panggung pertunjukan.

“Sudah ada panggung, ini bisa dimanfaatkan benar untuk kepentingan kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, pengelola Kampung Lali Gadget, Irfandi, berharap perhatian dari pemerintah dan masyarakat dapat membantu percepatan pengembangan kawasan sebagai pusat edukasi budaya dan permainan tradisional di Sidoarjo.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan tempat ini,” ujar Irfandi.

Pos terkait