Brilian°Surabaya. Tradisi masyarakat Jawa Timur khususnya kota Surabaya, biasa melaksanakan ziarah kubur baik ke makam Orang tua, saudara, kerabat ataupun teman serta guru mereka yang telah meninggal dunia. Kebiasaan tersebut di lakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Di makam Umum rangkah surabaya, Jumat (1/4) sejak pagi hari sampai menjelang sore di padati para peziarah, pedagang makanan dan minuman serta penjual bunga (kembang).
kedatangan bulan suci tersebut, membawa Keberkahan tersendiri bagi penjual bunga (kembang) nyekar hampir setiap tahun, bahkan ada yang memanfaatkan momen ini untuk mencari tambahan uang dengan beragam cara, demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.
seperti penuturan Dela” Alhamdulillah pak, saya berjualan kembang nyekar sejak satu minggu kemarin mendapatkan hasil lumanyan banyak, dapat pemasukan tambahan buat keluarga”jelasnya kepada awak media BrilianNews

kebiasaan tersebut, rata rata di laksanakan para peziarah dengan mendatangi kuburan, membaca Al-Quran, Istighosah dan doa, yang di khususkan untuk ahli kubur nya, berharap agar dosa-dosa almarhum semasa hidupnya di ampuni oleh Allah SWT.
seperti penjelasa ika kepada wartawan Brilian News “Setahun sekali saya datang ke kuburan (almarhum) ayah, mbah, adik, dan mertua saya untuk mendo’akan mereka, dengan membaca yasin dan tahlil. saya berharap alhi kubur saya bisa di masukkan surga”.ujarnya
Rasa kebahagian yang bercampur aduk yang dirasa bisa mengobati sedikit kerinduan para peziarah, kepada keluarganya yang telah meninggal dunia. atas di perbolehkannya berziarah ke kuburan oleh pemerintah tahun ini. tanpa mengesampingkan prokes, dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setelah melakukan kegiatan.





