Brilian°Jombang – Desas-desus adanya pelengseran Sekretaris Desa Mancar yang berkembang, memantik reaksi keras warga setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, beredar adanya surat pernyataan penolakan rencana rotasi jabatan Sekretaris Desa Mancar untuk dijadikan Kepala Dusun yang saat ini mengalami kekosongan. Surat itu ditandatangani oleh warga.
Bahkan, pada Kamis (9/2/2023) malam, warga Desa Mancar berkumpul di gedung PKK desa setempat untuk menanyakan adanya isu rotasi jabatan Sekdes kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) namun sangat disayangkan, Kepala Desa tak hadir pada forum itu.
Berdasarkan keterangan narasumber media ini, banyak warga protes dengan adanya kabar tersebut.
“Banyak yang protes, Sekdes ini menurut saya tidak ada kesalahan tapi katanya mau dilengserkan dari jabatannya dan diganti menjabat Kasun,” ujar narasumber yang mewanti-wanti identitasnya tidak dipublikasikan di media.
Dia mengatakan, hal ini harus diluruskan, terkait kebenarannya memang kita harus duduk bersama untuk penyelesaian persoalan ini.
“Makanya kita berkumpul di Gedung PKK Desa Mancar untuk menanyakan, apakah benar, kemudian bagaimana mekanismenya,” kata dia.
Sementara, Sekretaris Desa Mancar Agung Fitriono mengaku tidak tahu tentang adanya isu mutasi jabatan.
“Saya tidak tahu,” katanya.
Disinggung terkait adanya kesalahan dan teguran dari pihak pemdes dia mengatakan, bahwa tidak pernah ada persoalan. “Saya tidak pernah mendapat peringatan atau teguran dari Pak Kades,” ujarnya.
Namun Agung mengaku bahwa pernah dipanggil Camat. Dia mengatakan bahwa sempat ditanya Camat Peterongan perihal surat pemanggilan.
Menurut Agung, pihaknya hanya sekali menerima surat pemanggilan, Dia mengaku keget saat Camat menyampaikan sudah melayangkan surat pemanggilan berulang-kali. Namun dia tidak merasa menerimanya .
“ Disana saya ditanya kenapa diundang beberapa kali saya tidak hadir, saya menjelaskan bahwa saya hanya sekali pak menerima undangan, selebihnya saya tidak tahu,” tandasnya.
Kepala Desa Mancar Nur Prasetyo membantah jika pihaknya akan melakukan rotasi jabatan Sekdes untuk dijadikan Kepala Dusun (Kasun) saat ditemui di balai desa,Jum’at pagi (10/2/2023) .
Nur Prasetyo mengaku, jika isu yang beredar di masyarakat itu tidak benar.
Dibeberkan olehnya, terkait adanya pertemuan warga di gedung PKK Desa Mancar, ia tidak mengetahui.
“Terkait adanya pertemuan warga untuk membahas isu yang berkembang di masyarakat saya tidak tahu, kemarin saya dirumah, saya di bel ( ditelpon ) Pak Hirawan katanya ada kumpul-kumpul, saya tidak tahu maksud adanya kumpul-kumpul dan juga tidak tahu hasilnya,” beber dia.
Terkait surat pemanggilan, Kades menyebut bahwa hal itu ada di bagian administrasi Pemerintah Desa.
“Terkait surat menyurat itu lewat administrasi mas bukan saya,” ujarnya
“Kalau ada yang gak nyampai saya tidak tahu,” tandasnya.
Sementara, Camat Peterongan Shollahudin menanggapi adanya isu ini.
Pada Jumat (10/2/2023) pagi, Camat Peterongan bersama perwakilan Polsek dan Koramil setempat mendatangi Kantor Desa Mancar untuk menggali kebenaran isu tersebut.
Menurut Shollahudin, kabar itu tidak benar. Kendati demikian ia menyebut hanya dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Camat menyebut, bahwa pernah melakukan pemanggilan terhadap Sekdes Mancar, namun dia mengaku pemanggilan itu bukan perihal pergantian jabatan. Melainkan persoalan lain dalam hal pembinaan.
“Terkait isu mutasi carik yang berkembang itu hanya dilempar orang yang gak jelas saja, benar carik pernah saya panggil tapi untuk pembinaan (persoalan lain),” singkatnya.






Stlh sy baca dan amati artikel di atas, banyak yg didramatisir. Semoga permasalahan di atas cpet selesai dg baik dan benar. Insya Allah becik ketitik ala ketara. Aamiin.