Wapres Ma’ruf Amin Dorong Ekspor Produk Olahan Perkebunan

Jumat, 10 Des 2021 14:08 WIB
Wapres Ma’ruf Amin Dorong Ekspor Produk Olahan Perkebunan
Wapres Ma'ruf Amin

Brilian•Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan agar mendorong dan meningkatkan ekspor produk perkebunan khususnya rempah-rempah. Sehingga dapat meningkatkan daya saing dan melakukan perluasan penjualan hasil perkebunan ke pasar luar negeri.

Tidak hanya dalam bentuk mentah, penjualan komoditas harus dilakukan dalam bentuk jadi. Rempah-rempah harus diolah terlebih dahulu di dalam negeri supaya memberi nilai tambah yang besar bagi masyarakat dan negara.

Sehingga tidak terjadi seperti lima abad lalu Indonesia lebih banyak mengekspor rempah dalam bentuh mentah dan dimanfaatkan negara-negara lain untuk mengolah dan mengambil nilai tambah besar.

“Sudah saatnya kita memanfaatkan sebaik-baiknya komoditas non migas ini. Kita harus mendorong ekspor dan melakukan perluasan hasil perkebunan rempah ke pasar luar negeri. Kita ingin secepatnya keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Kita harus mempercepat revitalisasi industri pengolahan,” kata Ma’ruf saat memberikan arahan dalam acara perhelatan Indonesia Spices Business Forum and Expo (ISBFE) 2021di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat(10/12).

Dukungan Pembangunan
Dia menyakini strategi tersebut bisa memberikan peningkatan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Sebab itu, dia meminta kepada jajaran kementerian dan lembaga untuk mempercepat terwujudnya sistem perdagangan internasional yang terbuka, adil, tertib, serta bebas dari hambatan dan pembatasan.

Wapres Ma’ruf pun berharap dengan didorongnya ekspor dapat menguntungkan pembangunan dan melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang proses produksi, distribusi, dan logistik. Sehingga bisa dilakukan peningkatan produktivitas serta aktivitas ekspor. Kemudian membentuk tata kelola niaga yang saling menguntungkan antara produsen dan konsumen, termasuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun.

“Harus ada tata kelola niaga yang saling menguntungkan antara produsen dan konsumen, termasuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun,” tegasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *