Brilian°Surabaya – Semangat Wani Jogo Suroboyo terus ditunjukkan warga RT 01 RW 06 Semut Kalimir, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Warga secara rutin menggiatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan Kampung Pancasila.
Kegiatan Siskamling tersebut mendapat perhatian langsung dari jajaran pemerintah wilayah. Lurah Bongkaran Ilham bersama Camat Pabean Cantikan M. Rizal beserta jajaran dan staf kecamatan menyambangi Pos Siskamling RT 01 RW 06 Semut Kalimir pada Sabtu malam, 27 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 WIB itu diikuti pengurus RT, tokoh agama, potensi masyarakat, serta warga setempat. Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung.
Ketua RT 01 Wawan mengatakan, Siskamling tidak hanya menjadi rutinitas ronda malam, tetapi merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.
“Ini merupakan bentuk kepedulian warga. Keamanan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Wawan.
Sementara itu, Camat Pabean Cantikan M. Rizal menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pengurus RT/RW dan aparat dalam menjaga keamanan wilayah. Menurutnya, Siskamling dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Sinergi antara warga, pengurus RT, RW dan aparat sangat penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus peduli dan aktif menjaga lingkungannya masing-masing,” kata M. Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, petugas Siskamling juga diingatkan untuk membangun komunikasi dengan pengurus RT, khususnya dalam melakukan pembinaan terhadap kalangan remaja. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan agar generasi muda tidak terlibat tawuran maupun tindak kriminalitas.
Camat juga meminta warga meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan di lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas atau situasi yang mencurigakan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan tiga pilar maupun Polsek Pabean Cantikan, termasuk memanfaatkan layanan bantuan Polisi 110 yang tersedia selama 24 jam.
Selain menjaga keamanan, petugas Siskamling diimbau memperhatikan keberadaan tamu yang datang ke lingkungan warga. Sistem wajib lapor 1×24 jam kepada RT/RW tetap perlu diterapkan dengan mengedepankan pendekatan humanis, sopan dan santun.
Perhatian khusus juga diarahkan terhadap aktivitas remaja pada malam hari. Apabila ditemukan anak-anak muda yang masih berkumpul hingga larut malam tanpa kepentingan yang jelas, petugas diminta memberikan imbauan secara persuasif agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing.
“Yang terpenting adalah menjaga keamanan dengan pendekatan humanis. Kami ingin lingkungan tetap aman, warga tetap guyub, dan anak-anak muda juga terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan mereka,” tutur Wawan.
Kegiatan Siskamling di RT 01 RW 06 Semut Kalimir tersebut menjadi gambaran bahwa semangat menjaga keamanan lingkungan dapat tumbuh dari masyarakat sendiri. Di tengah kehidupan perkotaan, budaya gotong royong dan kepedulian warga tetap menjadi kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Semangat tersebut sekaligus memperkuat identitas Kampung Pancasila di Semut Kalimir: menjaga keamanan bersama, mempererat persaudaraan, serta membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Wani Jogo Suroboyo bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata warga di lingkungannya.





