Polemik Bir di Event Lari, DPRD Ingatkan Pentingnya Etika Publik dan Penegakan Perda

Selasa, 29 Jul 2025 23:09 WIB
Polemik Bir di Event Lari, DPRD Ingatkan Pentingnya Etika Publik dan Penegakan Perda

Brilian•BANDUNG — Pembagian bir dalam acara lari massal Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung menuai kritik tajam. Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut yang dinilai melanggar etika publik dan menciderai semangat kebugaran dalam kegiatan olahraga.

Dalam talk show di Radio PRFM pada Sabtu, 26 Juli 2025, Edwin mengungkapkan bahwa insiden itu bukan hanya soal viralnya video pembagian minuman beralkohol, tetapi menyangkut keresahan warga yang merasa norma sosial dan hukum dilanggar di ruang publik.

“Ini bukan sekadar persoalan viral, tapi soal ketertiban umum. Banyak warga yang menyampaikan langsung rasa kecewa dan marah mereka, terutama dari kalangan organisasi keagamaan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap keresahan itu,” kata Edwin.

Bacaan Lainnya

Edwin menegaskan, kegiatan olahraga seperti Pocari Sweat Run harus tetap didukung karena memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat. Namun penyelenggara acara diminta untuk lebih ketat dalam mengontrol aktivitas peserta dan pihak-pihak yang terlibat, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kegiatan olahraganya kita dukung penuh. Tapi bukan berarti kita membiarkan pelanggaran norma di dalamnya. Ini harus menjadi catatan serius bagi penyelenggara event di Bandung,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kembali keberadaan Perda Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pelarangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Kota Bandung, yang mengatur secara tegas batasan konsumsi dan distribusi alkohol. Kejadian di tengah event lari tersebut, lanjut Edwin, merupakan bentuk penyusupan yang mengabaikan regulasi daerah.

“Saya minta Pemkot dan Satpol PP bisa bergerak cepat menindak kasus seperti ini. Kita punya payung hukum yang jelas. Jangan tunggu sampai terjadi berulang baru ditindak,” tegas Edwin.

Lebih jauh, Edwin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga wajah Kota Bandung sebagai kota yang beradab, tertib, dan nyaman dihuni. Ia menutup pernyataannya dengan petuah Sunda sebagai ajakan moral agar setiap warga saling menjaga dan menghormati.

“Bandung ini rumah kita bersama. Kalau kita saling wangikeun, saling mengharumkan, maka tak ada satu pun dari kita yang mau merusak kenyamanan kota ini,” ujarnya penuh harap.

Dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap berbagai kegiatan publik, DPRD Kota Bandung menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara, pemerintah, dan warga agar ruang publik tetap terjaga sebagai tempat yang sehat, tertib, dan sesuai dengan nilai-nilai lokal.**

Pos terkait