USB YPKP Masuki Kepemimpinan Baru, Prof. Diana Sari Bawa Misi Rebound dan Ekspansi Global

Sabtu, 12 Sep 2026 10:13 WIB
USB YPKP Masuki Kepemimpinan Baru, Prof. Diana Sari Bawa Misi Rebound dan Ekspansi Global

Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung resmi memasuki masa kepemimpinan baru setelah Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D. dilantik sebagai Rektor periode 2026–2030 menggantikan Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si.

Prosesi serah terima jabatan dan pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung, Jumat, 11 September 2026.

Dalam kepemimpinannya, Prof. Diana membawa tiga agenda utama, yakni USB yang Unggul, USB yang Terhubung, dan USB yang Berdampak.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, peningkatan kualitas universitas perlu dimulai dari pembelajaran dan pengalaman mahasiswa. Pemanfaatan teknologi, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan menjadi bagian yang akan dikembangkan.

“Terima kasih banyak kepada Pak Didin. Kita akan melanjutkan fondasi yang telah Bapak bangun, merawat nilai-nilai yang diwariskan, dan memperkuat USB untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Prof. Diana.

Konsep USB yang Terhubung akan diwujudkan dengan memperluas kerja sama bersama pemerintah, dunia usaha, industri, organisasi profesi, komunitas, serta mitra nasional maupun internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa mendapatkan program magang, pembelajaran bersama praktisi, penelitian kolaboratif hingga akses dunia kerja.

Sementara melalui USB yang Berdampak, penelitian dan inovasi diarahkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung pengembangan UMKM, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Dalam wawancara bersama awak media usai pelantikan, Prof. Diana mengungkapkan salah satu targetnya adalah membawa Universitas Sangga Buana kembali tumbuh seperti pada masa kejayaannya.

“Target utama adalah membuat Sangga Buana great again, rebound. Sangga Buana pernah memiliki mahasiswa sampai 20 ribu. Sekarang kita sekitar 6 ribu lebih mahasiswa. Tentunya itu menjadi motivasi bahwa Sangga Buana ini pernah besar dan kita harus rebound,” katanya.

Prof. Diana juga akan meningkatkan peran alumni. Menurutnya, jaringan alumni merupakan salah satu kekuatan yang dapat membantu universitas mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas.

Di bidang internasionalisasi, USB YPKP saat ini telah memiliki kerja sama dengan Korea, Malaysia, Thailand, Turki, dan Slovakia.

Kerja sama tersebut akan diperluas ke Australia serta sejumlah negara Eropa, khususnya untuk program pertukaran mahasiswa dan pengembangan jejaring akademik.

“Di negara Eropa, untuk exchange students tidak terlalu ribet. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Australia akan kita jajaki,” ujarnya.

Pengembangan sumber daya manusia juga masuk dalam program kepemimpinannya. Prof. Diana berharap USB YPKP dapat memiliki sedikitnya 10 profesor pada 2030.

Saat ini terdapat 19 dosen yang sedang menjalani proses menuju jabatan profesor dan 10 di antaranya disebut telah memenuhi kelayakan.

Ia juga mendukung rencana Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP) membuka Fakultas Kedokteran dan Kesehatan.

Selain pengembangan akademik, USB YPKP mendorong konsep green campus dan sustainable campus.

Dalam pelantikannya, Prof. Diana memilih tidak menerima ucapan berupa papan bunga. Dana yang sebelumnya akan digunakan untuk papan bunga diarahkan antara lain untuk pelatihan green florist, beasiswa mahasiswa, serta pengembangan wakaf produktif.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP), Prof. Dr. H. Ricky Agusiady, mengatakan kepemimpinan baru mendapat amanah untuk membawa Universitas Sangga Buana naik ke tingkat yang lebih tinggi.

“Sangga Buana sekarang sudah unggul, tapi kita mau naik kelas. Bukan sekarang belum baik, tapi baik di kelasnya. Kita mau naik kelas sekarang,” ujar Ricky.

Menurutnya, predikat unggul tidak cukup hanya ditunjukkan melalui akreditasi. Kualitas perguruan tinggi juga harus terlihat dari hasil pendidikan, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

USB YPKP juga didorong semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan mitra internasional.

Di sisi lain, Yayasan tengah menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan dan kesehatan.

Ricky menjelaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas rumah sakit, tetapi menciptakan ekosistem yang dapat memberikan manfaat bagi universitas maupun masyarakat.

“Kita sebenarnya bukan membangun rumah sakitnya saja, tapi membangun ekosistemnya. Ekosistem yang memberikan manfaat keluar,” katanya.

Proses perizinan pembangunan rumah sakit saat ini masih berjalan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Setelah tahapan tersebut selesai, Yayasan akan melanjutkan proses penentuan investor dan kontraktor.

Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Prof. Diana juga diminta melakukan pemetaan terhadap kondisi universitas sebelum menentukan berbagai kebijakan strategis.

Ricky mengatakan pemetaan diperlukan untuk mengetahui bagian yang harus ditingkatkan, dipertahankan maupun diperbaiki.

Jumlah mahasiswa USB YPKP pada 2025 sekitar 6.600 mahasiswa dan saat ini disebut telah bergerak menuju lebih dari 7.000 mahasiswa.

Selain pertumbuhan mahasiswa, pengembangan program studi berstatus unggul juga menjadi salah satu sasaran dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Masuknya Prof. Diana dari luar lingkungan internal USB YPKP diharapkan memberikan pengalaman dan pandangan baru tanpa menghilangkan kultur serta nilai yang telah lama dibangun.

“Yang tidak berubah adalah komitmen dan integritas YPKP terhadap dunia pendidikan,” tegas Ricky.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, USB YPKP diharapkan dapat menjaga kualitas yang telah dicapai sekaligus memperluas jejaring, meningkatkan sumber daya manusia, dan mengembangkan ekosistem pendidikan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.**(Ken)

Pos terkait