Brilian•BANDUNG — Universitas Sangga Buana (USB) YPKP memperkuat posisinya sebagai kampus berdampak di level Asia Tenggara melalui program Mobility Student dan Community Services yang digelar di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada 14 hingga 22 Mei 2025. Selama sembilan hari, delegasi mahasiswa dan dosen USB tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga turut serta dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan diplomasi pendidikan di wilayah Kedah dan Penang, Malaysia.
Program ini merupakan hasil sinergi dengan INASIS Bank Islam UUM, yang sejak awal dirancang sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam skala internasional. Melalui kegiatan ini, USB menekankan bahwa internasionalisasi pendidikan bukan sekadar soal pengakuan akademik, melainkan bagaimana perguruan tinggi mampu hadir langsung di tengah masyarakat lintas batas.
Kolaborasi Multidimensi, dari Kuliah Tamu hingga Kunjungan Sosial
Agenda mobilitas diwarnai oleh berbagai kegiatan padat, mulai dari inviting lecture mengenai etika perbankan syariah, pelatihan manajemen SDM di era digital, hingga sesi dosen USB sebagai narasumber di bidang komunikasi, kewirausahaan, dan manajemen.
Namun yang membedakan program ini adalah keterlibatan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, seperti edukasi HIV/AIDS di Community AIDS Service Penang (CASP), kunjungan ke sanggar belajar anak migran di Kulim, serta observasi industri kuliner lokal di Sintok.
Menginspirasi Lewat Aksi Nyata
Kepedulian mahasiswa USB dalam kegiatan sosial diapresiasi oleh Dr. Muhammad Waseem dari INASIS Bank Islam, yang menyebutkan bahwa kehadiran mereka telah membawa inspirasi bagi komunitas lokal. “Keterlibatan USB bukan hanya simbolik, tetapi nyata dan berdampak langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III USB, Dr. Nurhaeni Sikki, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa USB bukan hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga membentuk pribadi yang adaptif, empatik, dan berpikiran global.
Diplomasi Pendidikan dalam Bingkai Budaya
Program ini juga memfasilitasi pertukaran budaya yang hangat dan bermakna. Mahasiswa USB memperkenalkan busana tradisional Sunda dan Jawa, serta turut berpartisipasi dalam permainan rakyat Malaysia. Kunjungan ke Museum Negeri Kedah membuka wawasan peserta tentang sejarah kesultanan yang punya keterhubungan dengan peradaban Nusantara.
Tindak Lanjut: Kemitraan Berkelanjutan dan Program Balasan
Sebagai penutup, USB dan UUM menandatangani Implementation Arrangement yang melibatkan program studi dari tiga jenjang: S1 Administrasi Bisnis, S1 Teknik Informatika, dan Magister Manajemen. Kesepakatan ini menjadi fondasi pengembangan pertukaran dosen, mahasiswa, dan riset kolaboratif lintas negara.
Dalam sambutannya, Dr. Nurhaeni juga mengumumkan bahwa USB siap menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dan dosen dari UUM tahun depan, sebagai bentuk kesinambungan kerja sama dan perluasan jejaring akademik ASEAN yang lebih inklusif dan berkelanjutan.**





