JAKARTA – Program revitalisasi puluhan ribu sekolah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan dari Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Program revitalisasi 71.744 sekolah dalam satu tahun merupakan lompatan besar. Dengan percepatan ini, penyempurnaan fasilitas pendidikan dari tingkat SD hingga SMA dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” kata Bambang Haryo.
Ia menilai pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari kualitas kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga dari kelayakan sarana belajar. Fasilitas yang memadai akan meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar sekaligus mendukung pencapaian kualitas pendidikan nasional.
Berdasarkan penjelasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, pemerintah sebelumnya telah menyelesaikan revitalisasi lebih dari 16 ribu sekolah pada 2025. Pada 2026, cakupan program diperluas menjadi 71.744 satuan pendidikan, menjadikannya sebagai salah satu program revitalisasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia.
Selain memperbaiki bangunan sekolah, pemerintah memprioritaskan revitalisasi terhadap sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. Program tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal karena pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola.
Bambang Haryo berharap pelaksanaan program tersebut terus diawasi agar seluruh anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, investasi pada sektor pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.





