Pakar Korea Hadir di USB YPKP Bandung, Mahasiswa Dibekali Generative AI untuk Masa Depan ㅤ

Jumat, 24 Apr 2026 11:41 WIB
Pakar Korea Hadir di USB YPKP Bandung, Mahasiswa Dibekali Generative AI untuk Masa Depan ㅤ

Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) menggelar workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”, Senin 21 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence atau AI yang semakin berpengaruh dalam dunia akademik, industri, dan dunia kerja.

Workshop internasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Korea Selatan dan praktisi teknologi nasional. Mereka berbagi wawasan mengenai perkembangan Generative AI, transformasi digital, hingga pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi era teknologi otonom.

Narasumber yang hadir di antaranya Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Dr. Kwanyoung Kim dari ATOP Consulting, Mr. Paul Choi dari P&M Group Korea, serta praktisi teknologi nasional Pratomo Bowo Leksono, S.T.

Ketua Program Studi Sistem Informasi USB YPKP, Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D., berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi, terutama di bidang Artificial Intelligence.

“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya workshop internasional ini. Mudah-mudahan ke depan akan berkembang lebih jauh, termasuk dalam konsep Agenting AI. Harapan kami, seluruh program studi di Fakultas Teknik dapat terus unggul. Karena teknik juara,” ujarnya.

Dalam sesi utama, Pratomo Bowo Leksono, S.T., membawakan materi “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”. Ia menjelaskan bahwa AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi, dari yang sebelumnya bergantung pada mesin pencari, kini bergeser pada pemanfaatan AI untuk mempercepat proses kerja.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan, termasuk potensi hallucination atau hasil yang tidak sepenuhnya akurat, serta risiko keamanan yang perlu diantisipasi.

“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis di tengah laut dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Implementation Agreement sebagai bentuk kerja sama internasional di bidang teknologi dan pendidikan. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis USB YPKP dalam memperkuat kolaborasi global, riset, dan pengembangan inovasi teknologi.

Melalui kegiatan ini, USB YPKP menegaskan komitmennya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang kompetitif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era Artificial Intelligence.**

USB YPKP, Universitas Sangga Buana, Generative AI, Artificial Intelligence, HMSI USB YPKP, workshop internasional, teknologi AI, kampus Bandung, pakar Korea, inovasi mahasisw

Pos terkait