Brilian°Jabar – DPRD Provinsi Jawa Barat mendesak evaluasi ulang sistem zonasi pendidikan dengan menekankan pentingnya penyesuaian dengan kearifan lokal. Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mencontohkan Kecamatan Ciater sebagai contoh yang memerlukan adaptasi sistem zonasi.
“Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang selama ini menjadi daerah blank zonasi. Anak-anak mereka akhirnya kesulitan masuk sekolah negeri, khususnya SMA Negeri sederajat,” ujar Abdul Hadi atau yang akrab disapa Gus Ahad.
Ia menyoroti bahwa meskipun terdapat sekolah negeri di Jalan Raya Cagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang dengan jarak sekitar 8 kilometer, calon siswa-siswi dari Kecamatan Ciater tidak dapat masuk ke sekolah negeri melalui jalur zonasi.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama masyarakat setempat mendesak pembangunan SMAN Ciater sekaligus mendesak agar wilayah tersebut dimasukkan dalam daftar prioritas pembangunan unit sekolah baru.
Gus Ahad juga mencatat bahwa beberapa pihak berencana mengajukan judicial review terkait aturan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diatur dalam Permendikbud No 1 Tahun 2021. Gus Ahad menyambut baik rencana judicial review tersebut dan secara moral memberikan dukungan.
Politisi PKS ini menyatakan bahwa sistem zonasi secara umum merupakan tantangan, bukan hanya di Jawa Barat tetapi juga di provinsi lain seperti Jateng dan Jatim. Gus Ahad berpendapat bahwa sistem zonasi sebaiknya diterapkan dengan tepat, dan menyoroti bahwa DKI Jakarta memiliki fasilitas yang memadai untuk menerapkan sistem tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, seperti Sari Sundari, Enjang Tedi, dan Raden Tedi, meminta Pemerintah Provinsi Jabar untuk berupaya membangun unit sekolah baru di Kecamatan Ciater. Permintaan ini disampaikan dalam konteks tanggapan terhadap tindak lanjut proposal pendirian SMAN Ciater yang telah diajukan sejak April 2020 oleh Ketua Panitia Perintis SMA Negeri Ciater, Sutisna.
Pihak panitia juga menekankan permohonan percepatan pembangunan SMAN Ciater dengan mempertimbangkan berbagai faktor.





