Inovasi Lokal: Tetenong, Minuman Khas yang Angkat Wisata Kampung Binong

Selasa, 14 Mei 2024 23:44 WIB
Inovasi Lokal: Tetenong, Minuman Khas yang Angkat Wisata Kampung Binong

Brilian•BANDUNG – Di tengah pesatnya perkembangan wisata lokal, Kampung Wisata Binong di Kota Bandung memperkenalkan Tetenong, singkatan dari Teh Telang Binong, sebagai minuman khas mereka. Inovasi ini lahir dari upaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengangkat produk lokal dan memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung.

Wawan Setiawan, salah satu penggerak Pokdarwis sekaligus inisiator Tetenong, menjelaskan bahwa ide pembuatan minuman ini berasal dari program Buruan Sae yang diinisiasi oleh almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Program ini mendorong warga untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman produktif, termasuk bunga telang yang menjadi bahan utama Tetenong.

“Tahun 2021, di tengah pandemi, kami mulai menanam bunga telang. Setelah berbagai uji coba, akhirnya kami berhasil mengolahnya menjadi minuman yang kami sebut Tetenong,” ujar Wawan saat ditemui di Kelurahan Binong, Selasa, 14 Mei 2024.

Bacaan Lainnya

Proses produksi Tetenong melibatkan kerjasama erat antara Pokdarwis, pemerintah kelurahan, dan masyarakat setempat. Bunga telang ditanam di lahan pinggir sungai, memanfaatkan ruang terbuka yang tersedia sekaligus berkontribusi terhadap penghijauan lingkungan.

“Sekarang, Tetenong sudah tersedia dalam kemasan botol dan sedang menunggu sertifikasi halal serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelas Wawan. Sertifikasi ini penting untuk memperluas pasar dan memperkenalkan Tetenong ke audiens yang lebih luas.

Keunikan Tetenong tidak hanya terletak pada rasanya yang segar, tetapi juga pada manfaat kesehatannya. Minuman ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Saat ini, Tetenong dijadikan minuman penyambutan di Kampung Wisata Binong dan dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp7.000 per botol.

Dengan inovasi ini, Kampung Wisata Binong tidak hanya menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga contoh sukses pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan produk yang bernilai tambah. Tetenong adalah bukti nyata bahwa produk lokal bisa bersaing dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.**

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *