Sidoarjo – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menekankan pentingnya pengendalian harga pangan secara merata hingga ke tingkat pasar tradisional. Hal tersebut disampaikannya menyusul munculnya keluhan pedagang terkait lonjakan harga sejumlah komoditas pokok.
Bambang Haryo menyebut, secara nasional kondisi pangan masih relatif stabil. Namun, disparitas harga di tingkat daerah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.
“Secara umum beras dan minyak goreng masih terkontrol. Tetapi pengawasan di lapangan harus diperkuat agar stabilitas ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bambang Haryo, Senin (29/12/2025).
Ia mendorong optimalisasi peran lintas kementerian dan lembaga sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 dan PP Nomor 71 Tahun 2015 dalam mengendalikan 11 komoditas pokok. Menurutnya, model pengendalian harga di negara lain seperti Malaysia bisa menjadi referensi.
Di Pasar Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, salah satu pedagang bahan pokok, Jalaludin, mengeluhkan lonjakan harga kacang tanah yang dinilai cukup drastis.
“Kacang tanah sebelumnya Rp28 ribu per kilo, sekarang sudah Rp43 ribu. Ini kenaikan yang berat bagi pembeli,” ujarnya.
Selain kacang tanah, Jalaludin menyebut telur, tepung, dan minyak goreng juga mengalami kenaikan harga meski pasokan masih tersedia. Ia berharap pemerintah segera melakukan intervensi agar harga kembali stabil.
Menanggapi hal tersebut, Bambang Haryo menegaskan DPR RI akan mengawal kebijakan pengendalian harga sekaligus mendorong langkah korektif agar disparitas harga tidak semakin melebar.





