Brilian•JAKARTA – Tren investasi berbasis keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin mendapat perhatian di Indonesia. Hal ini terlihat dari langkah bank bjb yang kembali menghadirkan instrumen obligasi berkelanjutan pada tahun 2026.
ㅤ
Melalui penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan Tahap II Tahun 2026, bank bjb membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam investasi yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga berdampak sosial dan lingkungan.
ㅤ
Instrumen ini ditawarkan kepada investor ritel maupun korporasi dengan skema pendapatan tetap yang relatif stabil. Kehadirannya sekaligus mempertegas komitmen bank bjb dalam mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengembangan bisnisnya.
ㅤ
Berdasarkan pemeringkatan dari Pefindo, obligasi ini memperoleh rating idAA atau Double A. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
ㅤ
Obligasi ini diterbitkan dalam dua pilihan tenor, yakni tiga tahun dan lima tahun, dengan indikasi imbal hasil yang kompetitif. Investor dapat menyesuaikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.
ㅤ
Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek berwawasan lingkungan dan sosial. Fokus pembiayaan meliputi sektor energi terbarukan, perumahan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah.
ㅤ
Langkah ini dinilai selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan global, termasuk target Sustainable Development Goals (SDGs) serta komitmen terhadap perubahan iklim.
ㅤ
Sebelumnya, penerbitan obligasi berkelanjutan bank bjb juga mendapat respons positif dari pasar. Tingginya minat investor menjadi sinyal kuat bahwa instrumen berbasis ESG semakin diminati.
ㅤ
Dengan hadirnya obligasi tahap terbaru ini, investor memiliki alternatif untuk mengelola dana secara produktif sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.**
Investasi ESG Makin Dilirik, bank bjb Hadirkan Obligasi Berkelanjutan 2026





