Brilian•BANDUNG – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, S.A.P., dan Ketua Komisi IV, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menghadiri simulasi kesiapsiagaan bencana di RW 15 Sadang Luhur, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Sabtu (23/8/2025). Kegiatan ini juga diikuti Wali Kota Bandung, M. Farhan, dan Kepala Pelaksana BPBD, Didi Ruswandi, dengan melibatkan sekitar 150 warga.
Iman Lestariyono menilai simulasi evakuasi mandiri dan tanggap darurat gempa ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan masyarakat. “Bandung berada di cekungan sekaligus di atas Sesar Lembang. Dengan adanya simulasi ini, warga jadi tahu langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran bagi BPBD sebagai lembaga baru. Menurutnya, DPRD akan menyiapkan alokasi anggaran mandiri mulai 2026 agar program mitigasi bisa berjalan lebih maksimal. “Saat ini BPBD masih bergantung kerja sama dengan dinas lain. Ke depan perlu anggaran khusus supaya lebih mandiri,” kata Iman.
Sekretaris Komisi II DPRD, Asep Sudrajat atau Kang Upep, mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti simulasi. Ia berharap kegiatan serupa lebih sering dilakukan untuk menumbuhkan budaya siaga bencana di masyarakat. “Melihat semangat warga, ini membuktikan bahwa BPBD benar-benar dibutuhkan. Sosialisasi harus terus digencarkan agar warga siap menghadapi ancaman gempa Sesar Lembang,” tuturnya.
Kang Upep juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai sumber edukasi, mulai dari media sosial BPBD hingga materi dari para ahli mitigasi bencana. “Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa memperkuat kesiapan warga. Dengan edukasi yang berkelanjutan, risiko bisa diminimalisir,” katanya.




