BHS Sebut Pagelaran Wayang Kulit Mampu Gerakkan UMKM dan Lestarikan Budaya

Selasa, 14 Jul 2026 10:52 WIB
BHS Sebut Pagelaran Wayang Kulit Mampu Gerakkan UMKM dan Lestarikan Budaya

SURABAYA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai pagelaran wayang kulit memiliki manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan BHS saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Kelurahan Sonokwijenan, Surabaya, yang diselenggarakan melalui kolaborasi Anggota DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Menurut BHS, pelestarian budaya tidak hanya berbicara mengenai mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan selama berlangsungnya pertunjukan, kawasan acara dipenuhi masyarakat yang datang menyaksikan pagelaran. Kondisi tersebut turut dimanfaatkan puluhan pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk kuliner dan hasil usaha lainnya.

“Acara budaya seperti ini memberikan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. UMKM mendapatkan peluang usaha, sementara budaya tetap lestari,” ujar BHS.

Selain dampak ekonomi, BHS menilai wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai edukasi tinggi. Cerita pewayangan mengandung pesan moral, kepemimpinan, kejujuran, hingga semangat persatuan yang tetap relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat memang semakin mudah mengenal budaya dari berbagai negara. Namun, generasi muda juga harus tetap bangga terhadap budaya bangsa sendiri.

BHS mengapresiasi kolaborasi antara Cahyo Harjo Prakoso dan Disbudpar Jatim yang dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi bagi para seniman tradisional sekaligus memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.

Pagelaran tersebut menampilkan lakon “Pandowo Syukur (Sesaji Rojo Suyo)” yang dimainkan oleh 10 dalang dengan penampilan seniman muda Niken Salindry. Ribuan warga memadati lokasi acara yang menjadi bagian dari tradisi sedekah bumi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Cahyo Harjo Prakoso mengatakan pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan seni agar masyarakat semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Pos terkait