Brilian News.id | Gresik – Menjelang pemilihan Bupati Gresik yang hanya diikuti oleh satu calon, dua kelompok aktivis masyarakat, Rekoso dan Genpabumi, menggelar deklarasi di Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada Minggu (20/10). Deklarasi ini dihadiri oleh ratusan masyarakat yang tergabung dan menamakan dirinya sebagai Rekoso (Relawan Kotak Kosong) dan Genpabumi (Gerakan Persatuan Pribumi) Gresik. Acara ini bertujuan untuk mengajak warga agar tetap menggunakan hak pilih mereka, meskipun pemilihan hanya diikuti oleh satu calon tunggal.
Koordinator Rekoso, Aris Gunawan, yang juga merupakan seorang pegiat LSM, menegaskan bahwa tujuan utama dari deklarasi ini adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi, bahkan ketika pilihan terbatas. “Kami tidak ingin warga Gresik menjadi pasif dan kehilangan semangat demokrasi. Pilihan kotak kosong bukanlah hal yang sepele, ini adalah bentuk nyata untuk menunjukkan sikap dan kesadaran akan hak demokrasi yang kita miliki. Setiap suara, bahkan untuk kotak kosong, adalah suara yang berharga,” ujar Aris di hadapan para peserta deklarasi.
Aris menambahkan bahwa pilihan kotak kosong dalam pemilu kali ini merupakan kesempatan bagi warga untuk menunjukkan sikap dan keberpihakan terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang adil. Ia mengungkapkan, meskipun ada calon tunggal, memilih bumbung kosong adalah hak konstitusional dan bentuk perlawanan yang sah terhadap praktik politik yang tidak mencerminkan kehendak rakyat sepenuhnya.
Di lokasi yang sama, Koordinator Genpabumi, Ali Candi, menekankan bahwa kelompoknya siap menjadi wadah bagi seluruh aspirasi masyarakat Gresik. Menurut Ali, keputusan memilih kotak kosong bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kekecewaan terhadap proses politik yang ada, pemahaman mendalam mengenai demokrasi, hingga sekadar ikut-ikutan tren yang berkembang di masyarakat. “Kami tidak membedakan alasan warga memilih kotak kosong, apakah itu karena kecewa atau paham betul pentingnya demokrasi. Kami siap menampung semua aspirasi tersebut, karena bagi kami, setiap suara adalah penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ali menyoroti bahwa yang terpenting dari gerakan ini adalah untuk membangkitkan kesadaran demokrasi di Kabupaten Gresik. Menurutnya, demokrasi di kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini telah mengalami penurunan kualitas, seolah-olah semua keputusan dan arah politik daerah dikuasai oleh elite-elite pusat. “Apakah layak jika kita memilih pemimpin yang juga tunduk dan patuh pada rekomendasi pusat? Kami ingin masyarakat sadar bahwa ini bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali,” tegas Ali dengan nada serius.
Ali juga mengungkapkan harapannya agar kemenangan bumbung kosong tidak hanya menjadi kemenangan bagi kelompok tertentu, tetapi sebagai kemenangan bagi seluruh masyarakat Gresik. “Insyaallah dengan kemenangan bumbung kosong yang sebenarnya juga kemenangan semua, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat langsung dan peduli pada bangsamu. Kita harus mampu menunjukkan dari Gresik untuk Indonesia, bahwa wong Gresik sek waras gak gampang didadekno kucing elite-elite pusat,” tandasnya dengan penuh keyakinan.
Meskipun kondisi hujan lebat mengguyur saat acara berlangsung, semangat para peserta tetap membara. Justru, suasana hujan tersebut menambah khidmat dan syahdu acara, seakan menguatkan tekad masyarakat untuk tetap berjuang demi demokrasi yang lebih baik. Para peserta membawa spanduk dan poster yang mengusung pesan-pesan demokrasi, serta menyerukan pentingnya menjaga hak pilih dengan bijaksana.
Rekoso dan Genpabumi berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi ke berbagai wilayah di Gresik, memastikan bahwa pesan mereka tersebar luas dan diterima oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Dengan dukungan masyarakat yang kuat, mereka berharap partisipasi pemilih di Kabupaten Gresik tetap tinggi meskipun hanya ada satu kandidat yang maju. Bagi mereka, bumbung kosong adalah simbol bahwa demokrasi tetap hidup, dan setiap warga memiliki hak untuk menyuarakan pilihan mereka secara bebas dan adil.
“Kami akan terus bergerak, kami akan terus menyuarakan ini ke seluruh pelosok Gresik. Kami ingin semua warga paham bahwa suara mereka penting, dan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk memilih, bahkan ketika pilihan itu adalah bumbung kosong,” tutup Aris dalam pidatonya.
Deklarasi ini sekaligus menjadi penanda bahwa masyarakat Gresik, yang tergabung dalam Rekoso dan Genpabumi, siap mengawal proses pemilihan dengan memastikan suara rakyat tetap didengar, sekaligus menantang praktik politik yang mereka nilai telah mencederai prinsip demokrasi.





