BHS Tinjau Kesiapan Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Standar Keselamatan Jadi Perhatian

Jumat, 6 Mar 2026 14:43 WIB
BHS Tinjau Kesiapan Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Standar Keselamatan Jadi Perhatian

Surabaya — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Haryo Soekartono, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan angkutan laut menjelang arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (4/3). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan, armada kapal, serta sistem keselamatan pelayaran selama periode angkutan Lebaran.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Surabaya itu, Bambang Haryo menyampaikan bahwa kapasitas layanan di pelabuhan saat ini dinilai masih memadai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan distribusi logistik selama musim mudik.

Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek operasional, mulai dari kapasitas kapal, daya tampung penumpang, kendaraan, hingga kelancaran distribusi logistik. Ia menyebutkan secara keseluruhan masih tersedia cadangan kapasitas sekitar 40 persen.

Bacaan Lainnya

“Secara kapasitas, baik kapal, penumpang, kendaraan maupun logistik masih dalam kondisi aman. Bahkan masih ada cadangan kapasitas sekitar 40 persen,” ujar Bambang Haryo.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan periode angkutan laut Lebaran 2026 berlangsung pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Menjelang periode tersebut, sejumlah pelabuhan utama di Indonesia terus mematangkan berbagai persiapan operasional untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.

Bambang Haryo menilai kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran transportasi laut selama arus mudik. Kesiapan tersebut mencakup kondisi dermaga, jadwal operasional kapal, serta pengelolaan arus penumpang dan kendaraan di kawasan pelabuhan.

Selain aspek operasional, ia juga menyoroti pentingnya sistem keselamatan pelayaran. Menurutnya, standar keselamatan di pelabuhan telah mengacu pada ketentuan internasional, antara lain melalui penerapan Safety Management System serta International Safety Management Code yang merujuk pada standar International Maritime Organization.

Meski demikian, Bambang Haryo mengingatkan bahwa penguatan sistem keselamatan juga perlu dilakukan di luar kawasan pelabuhan, terutama pada jalur pelayaran yang memiliki tingkat lalu lintas kapal tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan lembaga maritim nasional, seperti Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Badan Keamanan Laut, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam mengantisipasi potensi keadaan darurat selama arus mudik.

Selain itu, Bambang Haryo juga menekankan pentingnya perlindungan asuransi bagi penumpang kapal. Ia meminta kesiapan perusahaan asuransi negara, PT Jasa Raharja, agar selaras dengan jadwal resmi angkutan Lebaran.

Menurutnya, peningkatan perlindungan bagi penumpang menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat menggunakan transportasi laut dengan aman dan nyaman selama periode mudik Lebaran.

Pos terkait