BHS Soroti Kunci Efisiensi Logistik Timur Indonesia: Percepat Koneksi Rel KA dan Pelabuhan Makassar

Jumat, 13 Jun 2025 08:21 WIB
BHS Soroti Kunci Efisiensi Logistik Timur Indonesia: Percepat Koneksi Rel KA dan Pelabuhan Makassar

Makassar — Pemerataan pembangunan infrastruktur logistik di kawasan timur Indonesia kembali menjadi sorotan serius Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan, Kamis (12/6/2025).

Kunjungan ini menyasar dua titik strategis: Stasiun Mandai di Kabupaten Maros dan Makassar New Port (MNP), sebagai bentuk evaluasi langsung terhadap kesiapan infrastruktur transportasi dan logistik.

Dalam pertemuan dengan jajaran Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel dan pengelola MNP, Bambang menekankan bahwa konektivitas antara jalur KA Trans Sulawesi dan Pelabuhan MNP harus menjadi prioritas nasional. Menurutnya, langkah ini akan mendorong efisiensi distribusi barang dan menekan biaya logistik secara signifikan.

Bacaan Lainnya

“Makassar punya peluang besar menjadi simpul logistik utama Indonesia Timur. Tapi tanpa koneksi kereta ke pelabuhan, rantai logistik tetap mahal dan lambat,” kata legislator dari Fraksi Gerindra itu.

Bambang juga menyampaikan kritik atas tata letak beberapa stasiun KA Trans Sulawesi yang berada jauh dari pusat kota. Ia menyebut, perencanaan seperti ini tidak sesuai dengan prinsip pengembangan transportasi publik modern.

“Stasiun harusnya ada di pusat kota. Kalau terlalu jauh dari akses masyarakat dan pelaku usaha, dampaknya jadi tidak maksimal,” tambahnya.

Di sisi lain, Bambang memberikan catatan positif atas operasional Pelabuhan MNP. Kapasitas pelabuhan yang mencapai 2,5 juta TEUs, menurutnya, menjadi aset penting. Namun sayangnya, pemanfaatannya baru sekitar 750 ribu TEUs.

Karena itu, ia mendorong pemerintah segera mengalihkan sebagian arus logistik dari pelabuhan-pelabuhan padat di Jawa ke MNP, termasuk mempercepat kebijakan pembatasan impor melalui pelabuhan Jawa.

Sementara itu, Kepala BPKA Sulsel, Deby Hospital, menyampaikan progres positif dari pengembangan KA Trans Sulawesi. Ia mengungkapkan, sejak beroperasi hingga April 2025, kereta ini telah melayani lebih dari 36 ribu penumpang dengan tarif sangat terjangkau.

Deby juga memastikan bahwa pengadaan lahan untuk rel penghubung ke MNP sudah mencapai 70 persen. Sisanya tinggal menunggu proses transfer aset dari pemerintah daerah.

“Kami yakin integrasi ini akan menjadi game changer dalam efisiensi logistik di Sulawesi,” ujarnya.

Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menambahkan bahwa pihaknya tengah menargetkan kenaikan trafik peti kemas hingga 1,5 juta TEUs, dengan dukungan berbagai kebijakan nasional yang tengah diupayakan.

Pos terkait