SIDOARJO – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menegaskan bahwa kawasan Lumpur Sidoarjo masih merupakan zona rawan bencana dan tidak layak dijadikan objek wisata.
Hal itu disampaikan Bambang saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi semburan lumpur. Ia mengingatkan bahwa potensi bahaya di kawasan tersebut masih sangat tinggi, terutama akibat keberadaan dua sesar aktif yang dapat memicu pergerakan tanah sewaktu-waktu.
“Ini masih bencana, bukan untuk hiburan. Risiko di kawasan ini nyata dan bisa membahayakan nyawa,” kata Bambang.
Menurutnya, upaya komersialisasi kawasan bencana tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan merupakan langkah yang berisiko tinggi. Ia meminta semua pihak untuk mengutamakan perlindungan masyarakat dibandingkan kepentingan ekonomi jangka pendek.
Selain itu, Bambang juga menyoroti pentingnya pengelolaan teknis terhadap aliran lumpur yang terus berlangsung hingga saat ini. Ia mengingatkan bahwa perubahan kebijakan dalam pengaliran lumpur dapat berdampak langsung terhadap stabilitas tanggul.
“Kalau pengaliran dikurangi, tanggul bisa jebol. Dampaknya bukan hanya warga, tapi juga infrastruktur vital seperti jalan arteri dan rel kereta api,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi dalam memastikan sistem mitigasi berjalan optimal, termasuk dalam hal pemantauan kondisi tanggul dan volume lumpur.
Lebih jauh, Bambang menekankan bahwa keberadaan anggaran yang memadai merupakan faktor kunci dalam menjaga keamanan kawasan tersebut.
“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi soal anggaran,” tegasnya.
Di sisi lain, Kabid Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Zulyana Tandju, mengungkapkan bahwa pengelolaan lumpur terus dilakukan dengan pendekatan bertahap.
Ia menjelaskan bahwa penurunan volume pengaliran dalam dua tahun terakhir berdampak pada peningkatan kapasitas tampungan yang lebih cepat penuh.
“Jika tampungan penuh dan terjadi curah hujan tinggi, maka berpotensi terjadi luapan yang bisa menyebabkan tanggul jebol,” katanya.





