BHS: Jalur Ketapang–Lembar Lebih Efisien bagi Angkutan Logistik

Senin, 13 Jul 2026 06:14 WIB
BHS: Jalur Ketapang–Lembar Lebih Efisien bagi Angkutan Logistik

Banyuwangi – Pengoperasian kembali rute penyeberangan Ketapang–Lembar dinilai dapat menjadi solusi bagi kelancaran distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat. Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyebut usulan tersebut muncul dari aspirasi asosiasi pengguna jasa dan perusahaan pelayaran yang menginginkan jalur tersebut kembali dibuka.

Menurut Bambang Haryo, penutupan lintasan Ketapang–Lembar sekitar tiga tahun lalu dilakukan untuk mendukung pengembangan rute Pelabuhan Jangkar di Situbondo menuju Pelabuhan Lembar.

Namun dalam perkembangannya, BHS menilai kebutuhan di lapangan menunjukkan bahwa jalur Ketapang–Lembar masih dibutuhkan, terutama oleh kendaraan angkutan barang.

Bacaan Lainnya

“Untuk antisipasi kemacetan dan antrean di lintasan Ketapang-Lembar, asosiasi pengguna jasa maupun perusahaan pelayaran menginginkan diaktifkan kembali, dan akan kami usulkan ke pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk direalisasikan atau diaktifkan kembali,” katanya di Pelabuhan Ketapang, Minggu.

Menurut BHS, jalur tersebut dinilai lebih efisien dari sisi operasional sehingga mampu mempercepat distribusi logistik menuju Pulau Lombok.

“Oleh karena itu kami mengharapkan pemerintah melalui kementerian terkait merealisasikan rute Ketapang-Lembar agar dibuka kembali,” ujarnya.

Selain mengusulkan pembukaan kembali lintasan penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono mengatakan kapasitas dermaga movable bridge di Pelabuhan Ketapang akan ditingkatkan secara bertahap dari 35 ton menjadi 50 ton.

“Secara bertahap mulai tahun ini penambahan kapasitas beban dermaga movable bridge akan mulai dilaksanakan, dari kapasitas 35 ton menjadi 50 ton. Jadi tiap tahun satu pasang, baik di Ketapang maupun di sisi Gilimanuk,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan sekaligus meningkatkan pelayanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Pos terkait