Brilian°Probolinggo | Persoalan pupuk subsidi tetap menjadi perhatian Pemkab Probolinggo. Agar tak terjadi kelangkaan dan harga yang tinggi, Pemkab Probolinggo meminta agar distributor pupuk subsidi harus mematuhi harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Penegasan itu disampaikan Sekda Ugas Irwanto, saat sidak kemarin di sejumlah distributor di empat titik. Lokasinya ada di tiga kecamatan yakni Wonomerto, Bantaran, Leces. Distributor boleh mengambil untung. Namun harus di ambang batas wajar. Dari hasil sidak Ugas menyatakan, Pemkab probolinggo akan mempertimbangkan serta mengupayakan agar minimal satu kios satu desa.
Sidak yang dilakukan mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.25 juga diikuti oleh perwakilan Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, Kejaksaan. Dari pihak pemkab ada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Asisten II Pemkab Probolinggo Hasyim Asyari.
Saat sidak, pihaknya mendapati para penjual dan juga distributor tersebut menjual pupuk di atas HET. Oleh karenanya Ugas meminta agar para distributor tersebut harus mematuhi aturan yang ada.
“Jadi HET-nya kan ada yang Rp. 112 ibu ada yang Rp. 115 ribu. Tergantung masuk wilayah mana. Nah jika misalnya harus naik karena ongkos, paling tidak jangan terlalu mahal. Misalnya Rp. 5 ribu kenaikanya. Itu masih wajar, karena memang ada jasa angkut atau ongkos angkutnya,” terangnya.
Selain itu, Ugas juga menampung keluhan dari kalangan distributor pada kios kios penjualan pupuk. Distributor menyebut, selama ini mereka kesulitan ketika harus menangani penjualan di luar daerahnya. Pasalnya, kondisi di lapangan untuk mendapatkan pupuk subsidi harus membawa KTP.
Selanjutnya, harus dilakukan foto dengan pembelinya. Termasuk membawa surat rekomendasi yang ditandatangani oleh pihak Desa. Kendalanya, jika ada pembeli tidak bisa lantaran sedang sakit. Atau pihak Desa yang ada kegiatan lainnya. Sehingga belum bisa mendapatakn surat dan setempel dari Desa. Sementara pemupukan harus dilakukan hari itu juga.
“Mendapati keluhan ini, maka kami akan berusaha untuk mempertimbangkan adanya kios di setiap Desa. Sehingga para distributor termasuk warga tidak kesulitan lagi ketika hendak membeli subsidi pupuk bagi orang yang kurang mampu,” tegasnya.





