Probolinggo | Brilian-news.id,-Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang terletak di Desa Randuputih, Kecamatan Dringu mulai dikeluhkan warga setempat.
Berdasarkan keterangan Rokim, ia menolak keberadaan TPS 3R di desanya “Kami segenap warga Desa Randuputih menolak pengelolaan sampah tersebut. Penempatan pengolahan sampah tanpa pemberitahuan dan musyawarah bersama warga” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).
Rokim selaku perwakilan warga Desa Randuputih melayangkan surat keberatan kepada Pj Kepala Desa Randuputih sebagai berikut.
1 Pengelolaan sampah tersebut tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan bau menyengat yang tidak sedap.
2. Bahwa akibat adanya pengelolaan sampah tersebut yang tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan kepada air mengalir yang ada di lokasi dan juga banyak mengundang lalat ke rumah warga & sampahnya sampai meluber ke jalan.
3. Bahwa sampah tersebut tidak berasal dari Randuputih saja, melainkan juga berasal dari Desa lain di Kecamatan Dringu,
“Saya bersama kurang lebih 80 warga sudah membubuhkan tandatangan pernyataan keberatan,” tegas Rokim yang didampingi Ketua LSM JAKPRO, Badrus Seman.
Masih menurut Rokim, ia menyesalkan adanya bau menyengat di sekitaran tempat pengolahan. “Pengelolaan sampah kurang baik, sehingga menimbulkan bau yang mencemari lingkungan. Banyak rumah warga di sekitar TPS justru dihinggapi lalat, bahkan sampahnya terkesan berserakan hingga meluber ke jalan,” ujarnya.
Ia menuntut agar keberadaan TPS 3R dikaji ulang. “Sampah disini (Desa Randuputih, red) juga berasal dari desa-desa di sekitar Kecamatan Dringu. Jika tidak ada respon dari pihak terkait, kami segenap warga sepakat untuk melakukan aksi demo,” tutup Rokim.





