Bambang Haryo: UMKM Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi dan Penunjang Pariwisata

Selasa, 1 Jul 2025 08:59 WIB
Bambang Haryo: UMKM Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi dan Penunjang Pariwisata

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyebut sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bidang kuliner, memiliki peran signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Bambang dalam kegiatan Bincang Santai yang digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (30/6/2025).

“UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan mencakup 97 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Ini menunjukkan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujar Bambang.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, subsektor kuliner merupakan penyumbang terbesar dalam kelompok UMKM. Sekitar 52 persen pelaku UMKM nasional bergerak di sektor makanan dan minuman.

Menurutnya, peran kuliner tidak hanya terbatas pada kontribusi ekonomi, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Data menunjukkan, sekitar 35 persen wisatawan memilih destinasi berdasarkan daya tarik makanan khas daerah.

“Contohnya rendang yang sudah mendunia. Namun dari sekitar 5.000 jenis kuliner nusantara, baru sekitar 10 persen yang telah dikembangkan secara optimal,” katanya.

Bambang mendorong para pelaku UMKM kuliner agar tidak gentar bersaing dengan produk makanan luar negeri atau waralaba asing. Ia meyakini bahwa cita rasa lokal tetap menjadi kekuatan utama dalam pasar domestik.

“Selera masyarakat Indonesia sangat beragam dan tidak mudah diseragamkan. Bila pelaku usaha bisa menyajikan makanan sesuai selera lokal seperti masyarakat Jawa dan Sumatera, usaha mereka pasti berkembang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pemerintah memperkuat dukungan terhadap pelaku jasa boga lokal serta lembaga seperti PPJI agar makanan khas daerah dapat terus dilestarikan dan dipromosikan sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Dukungan negara penting agar kuliner lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi representasi budaya Indonesia di dunia internasional,” tutupnya.

Pos terkait