BHS Apresiasi Galangan Kapal Nasional, Ingatkan Ancaman Biaya Produksi

Senin, 4 Mei 2026 07:59 WIB
BHS Apresiasi Galangan Kapal Nasional, Ingatkan Ancaman Biaya Produksi

Bangkalan – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono memberikan apresiasi terhadap kinerja industri galangan kapal nasional yang dinilai mampu bersaing di tingkat internasional, meski tengah menghadapi tekanan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan BHS saat mengunjungi PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia di Bangkalan, Madura, Sabtu (2/5/2026). Dalam kunjungannya, ia menilai perusahaan tersebut menunjukkan efisiensi produksi yang tinggi.

Menurutnya, kemampuan menyelesaikan pembangunan kapal dalam waktu relatif singkat menjadi indikator bahwa industri dalam negeri telah berkembang pesat. Kapal sepanjang 68 meter dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun, sementara kapal berukuran lebih besar hanya membutuhkan waktu sekitar 11 hingga 12 bulan.

Bacaan Lainnya

“Ini menunjukkan bahwa galangan kapal kita sudah mampu bersaing dengan standar internasional,” ujar BHS.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi industri, terutama terkait kenaikan biaya produksi akibat fluktuasi nilai tukar dan kondisi geopolitik global.

BHS menilai bahwa kebijakan fiskal perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut. Ia menyoroti penerapan PPh Badan sebesar 22 persen yang dinilai masih menjadi beban bagi pelaku usaha.

Sebagai solusi, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan pajak final sebesar 1,2 persen, seperti yang telah diberlakukan pada sektor pelayaran.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kepastian usaha, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

“Dengan pajak final, pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi laba rugi,” katanya.

Lebih lanjut, BHS menekankan bahwa industri galangan kapal memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan sektor ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan biaya produksi dapat berdampak pada sektor lain, termasuk kenaikan tarif transportasi laut dan biaya logistik.

Dalam konteks tersebut, BHS berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga daya saing industri nasional, sekaligus memastikan harga layanan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Pos terkait