Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta ANTARA melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan daya saing di platform digital agar dapat menjadi rujukan utama informasi di Indonesia.
Dalam keterangannya, Bambang Haryo menilai ANTARA memiliki peran penting sebagai kantor berita nasional. Namun, optimalisasi penyebaran informasi di era digital masih perlu ditingkatkan.
Ia menyoroti capaian media sosial ANTARA yang dinilai belum maksimal dibandingkan sejumlah platform media lainnya. Menurutnya, tingkat keterlibatan pengguna atau engagement masih relatif rendah sehingga diperlukan strategi baru yang lebih inovatif.
Bambang Haryo bahkan membandingkan jumlah pengikut media sosial ANTARA yang masih tertinggal dibandingkan akun media sosial pribadinya. Selain itu, jumlah pengunjung situs ANTARA juga masih jauh di bawah beberapa media digital nasional.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus segera direspons melalui pembaruan strategi konten, pendekatan kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.
“ANTARA harus menjadi rujukan seluruh media di Indonesia. Karena itu, perlu gebrakan-gebrakan baru agar semakin diminati masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Bambang Haryo meminta agar usulan tambahan anggaran tahun 2026, termasuk proses pengadaan yang nilainya mencapai Rp16 miliar, dianalisis secara mendalam agar penggunaan anggaran dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap ANTARA mampu memperkuat perannya sebagai pusat distribusi informasi nasional yang modern, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.





