LOMBOK UTARA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah tidak hanya mengandalkan keindahan alam dalam mengembangkan pariwisata Gili Tramena, Lombok Utara, tetapi juga memperkuat potensi budaya dan ekonomi masyarakat lokal.
Bambang menilai Lombok memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun pengembangan wisata budaya perlu dilakukan agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama.
“Malaysia itu lebih banyak menjual wisata budaya. Kita alamnya luar biasa bagus, jauh lebih bagus daripada Penang, Malaysia. Tapi budaya mereka yang hanya sedikit itu mereka eksplor besar-besaran,” kata Bambang saat kunjungan kerja di Gili Meno, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, wisatawan berkualitas bukan semata-mata mereka yang datang dalam jumlah besar, tetapi wisatawan yang bersedia tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah tujuan wisata.
“Turis yang berkualitas sebenarnya adalah turis yang mau lama tinggal di tempat kita,” ujarnya.
Namun, Bambang menilai upaya tersebut harus diawali dengan pembenahan berbagai persoalan dasar di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Ia menempatkan ketersediaan air bersih sebagai salah satu persoalan paling mendesak.
“Kalau air saja masih menemukan kesulitan, ya ini adalah satu tantangan. Bagaimana air itu harus didulukan,” katanya.
Bambang juga menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di kawasan Gili Trawangan.
“Saya lihat Gili Trawangan memang kurang bersih. Banyak sampah,” ujarnya.
Menurut dia, kebersihan dan ketersediaan air bersih merupakan bagian penting dari kualitas destinasi wisata. Tanpa pembenahan kebutuhan dasar tersebut, pengembangan pariwisata akan menghadapi tantangan.
Selain itu, Bambang meminta pemerintah memperbaiki konektivitas transportasi publik antardestinasi wisata agar mobilitas wisatawan lebih mudah.
Ia juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Menurutnya, masyarakat setempat harus mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI membawa sejumlah mitra untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan di kawasan Gili Tramena, termasuk dukungan dari sektor perindustrian, ekonomi kreatif, UMKM, hingga akses pembiayaan usaha.
“Semua kita hadirkan. Kita hadirkan semua mitra daripada Komisi VII. Jadi apa yang menjadi permasalahan ini tentu kita pecahkan bersama-sama,” kata Bambang.
Ia juga meminta pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran yang memadai kepada pemerintah daerah agar pengembangan potensi pariwisata Lombok Utara dapat dilakukan secara optimal.
Bambang menegaskan pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan dasar. Air bersih, transportasi, kebersihan, budaya, dan penguatan ekonomi lokal dinilai menjadi fondasi sebelum pemerintah mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan.
Dengan langkah tersebut, Bambang berharap Gili Tramena tidak hanya menjadi destinasi yang ramai dikunjungi, tetapi mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Lombok Utara.





